Golkar Sodorkan Meutya Hafid Jadi Calon Menteri: Tinggal Tunggu Prabowo Putuskan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua DPP Partai Golkar, Meutya Hafid di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Minggu (23/6/2024). Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DPP Partai Golkar, Meutya Hafid di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Minggu (23/6/2024). Foto: Zamachsyari/kumparan

Sekjen DPP Partai Golkar, M Sarmuji, angkat suara terkait kabar Meutya Hafid yang digadang akan jadi menteri di kabinet Prabowo-Gibran.

Meutya dikabarkan akan menjadi Menkominfo penerus Budi Arie Setiadi. Meutya merupakan eks presenter TV sekaligus Ketua Komisi I DPR periode 2019-2024.

Sarmuji mengkonfirmasi Meutya Hafid menjadi salah satu kader Golkar yang disodorkan untuk menjadi menteri di kabinet Prabowo.

"Yang jelas Bu Meutya dimasukkan dalam daftar usulan tapi posisinya seperti apa nanti presiden terpilih yang menentukan," kata Sarmuji kepada wartawan di DPR, Senayan, Rabu (2/10).

Prabowo rapat ke DPR jelang pelantikan, disambut meriah dan standing applause, Rabu (25/9/2024). Foto: Dok. Istimewa

Sarmuji menjelaskan, di internal Golkar sudah ada komunikasi terkait kader yang akan menjadi menteri. Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia sudah bicara dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto.

"Tapi tentu hak prerogatif ada Pak Prabowo, kita tidak bisa mendahului keputusan Pak Prabowo. Tapi kita sudah identifikasi kader-kader baik kita yang siap masuk ke dalam kabinet urusan siapa nanti yang masuk kita serahkan kepada Pak Prabowo," ucap Sarmuji.

Lebih jauh ketika disinggung kans Meutya jadi Menkominfo, Sarmuji enggan berspekulasi. Menurutnya hal ini sudah menjadi ranah Prabowo.

"Mau posisinya sebagai menteri atau tidak sebagai menteri, beliau akhir-akhir ini pasti banyak berdiskusi dengan orang-orang tentang kabinet mau di masuk atau tidak nanti Pak Prabowo yang menentukan," kata Sarmuji.

Sarmuji. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan