Golkar Tak Setuju Cawapres Jokowi dari Luar Parpol

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Happy Bone Zulkarnain (Foto: Fitra Andrianto/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Happy Bone Zulkarnain (Foto: Fitra Andrianto/kumparan)

Partai Golkar mempertanyakan masuknya nama Pakar Hukum Tata Negara Mahfud MD yang diajukan beberapa pihak di bursa cawapres Jokowi. Sebagai salah satu pendukung Jokowi, Golkar mempertanyakan elektabilitas Mahfud MD. Sebab, Mahfud berasal dari non-parpol.

"Ya harus dilihat dulu kekuatan elektoral seperti apa. Kan kalau kita, misalnya, di partai kan kita bisa ngukur secara kuantitatif. Kalau kemudian dari non partai parameternya itu apa yang mau dibikin parameternya. Kita perlu pertanyakan nilai elektoralnya," kata Ketua Korbid Hankam Luar Negeri Partai Golkar Happy Bone kepada kumparan (kumparan.com), Kamis (15/3).

Menurutnya, Golkar pun tidak mau terpengaruh hasil beberapa survei yang menempatkan Mahfud MD sebagai salah satu kandidat pasangan Jokowi. Sebab, ia tetap mempertanyakan objek yang harus diukur jika yang dicalonkan dari nonparpol.

"Tapi kalau misalnya kalau nonpartai, dia sekian persen tapi kemudian jumlah pemilihnya yang mana yang mau diukur persentasenya?" ujarnya.

Oleh karena itu, Happy Bone menilai akan lebih baik jika cawapres Jokowi berasal dari kalangan partai politik saja. Sebab, menurutnya, selain bisa menaikkan elektabilitas, jumlah pemilihnya pun bisa diukur.

"Kalau kami justru lebih condong dari parpol. Walaupun kita belum memutuskan ya. Tapi pandangan saya, kita cenderung mendukung orang-orang dari parpol," pungkasnya.

Terkait hal tersebut, Mahfud MD sendiri sudah mengakui adanya komunikasi informasl yang dilakukan untuk membahas masuknya namanya sebagai salah satu kandidat cawapres Jokowi.