Grace Natalie Pede Suara PSI Melonjak Itu Wajar: Efek Kehadiran Kaesang

3 Maret 2024 14:58 WIB
·
waktu baca 3 menit
Ketua Umum PSI, Grace Natalie. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum PSI, Grace Natalie. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Di tengah riuh isu lonjakan suara tak wajar di Sirekap KPU, PSI tetap menggaungkan optimisme lolos Senayan dengan cara benar. Menurut Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie, survei internal juga menunjukkan suara mereka di atas 4 persen.
ADVERTISEMENT
4 persen adalah ambang batas untuk menuju kursi DPR (parliamentary threshold).
"Optimisme kami berasal dari tren positif elektabilitas PSI selama 6 bulan terakhir. Survei internal juga menunjukkan PSI melewati 4 persen. Perolehan kursi di daerah-daerah (DPRD provinsi dan kabupaten) juga naik signifikan," kata Grace melalui pesan singkat, Minggu (3/3).
"Di Jakarta naik, di Papua naiknya bahkan sampai 300 persen, NTT 400%, Maluku 600% dan banyak lagi," jelasnya.
Tak hanya itu, di markas banteng (PDIP) seperti Solo, menurut Grace, suara PSI juga menanjak.
"Di Solo naik 5 x lipat, Semarang, Tangsel naik semua," katanya.
Lantas, apa faktor pengerek suara PSI?
Presiden Jokowi bertemu putra bungsunya, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, dalam temu kader PSI di Bandung, 3 Januari 2024. Pada kesempatan itu, Jokowi berkata ia senang dengan PSI sejak dulu. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Grace yang juga nyaleg lewat Dapil Jakarta III ini mengatakan, faktor utamanya adalah kehadiran putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep.
ADVERTISEMENT
"Saya pikir ada efek dari Mas Kaesang sebagai ketum," ujar dia.
Grace juga membantah isu suara PSI naik belakangan ini sebagai anomali. Ia menantang mereka yang mengatakan suara PSI tertukar suara tak sah, untuk membuktikan ucapannya.
"Coba yang omong suruh buktikan. Enak aja dia yang omong, saya yang harus buktikan," ujarnya.
Suara PSI Meningkat Anomali?
PSI masih jadi sorotan karena suaranya menunjukkan kenaikan yang menonjol beberapa hari ke belakang. Salah satu isu yang mencuat adalah suara PSI besar karena diduga ditukar dengan suara tidak sah di TPS tertentu.
Dari sejumlah quick count lembaga survei, suara PSI mentok di angka 2,6 persen. Namun di Sirekap KPU, suaranya dalam 2 hari belakang menanjak, hingga Minggu (3/3) pukul 10.00 WIB, suara PSI di angka 3,13 persen.
Data Sirekap Sabtu (2/3) pukul 19.27 WIB. TPS 004 Bulakan, Cibeber, Cilegon, Banten, suara PSI tertukar dengan suara tidak sah. Foto: Dok. KPU
Data Sirekap Sabtu (2/3) pukul 19.27 WIB. TPS 004 Bulakan, Cibeber, Cilegon, Banten, suara PSI tertukar dengan suara tidak sah. Foto: Dok. KPU
Kabar berpindahnya suara PSI dari suara tidak sah di TPS muncul di lini masa X. kumparan lalu menelusuri informasi itu dengan mencocokkan data yang tersedia di Sirekap KPU.
ADVERTISEMENT
Perpindahan suara itu ternyata terjadi di beberapa TPS. Pertama di TPS 004 Bulakan Cibeber, Cilegon Banten. Dari data Sirekap, suara PSI tertulis punya 69 suara, sedangkan suara tidak sah 1.
Namun, dilihat lagi dari foto C.Hasil yang diunggah di Sirekap kondisi berbeda terlihat. Dalam foto C.Hasil suara PSI tertulis 1 suara, sedangkan suara tidak sah 69.
Data Sirekap Sabtu (2/3) pukul 19.27 WIB. TPS 009 Bendoharjo, Gabus, Gerobogan, Jateng, suara PSI tertukar dengan suara tidak sah. Foto: Dok. KPU
Data Sirekap Sabtu (2/3) pukul 19.27 WIB. TPS 009 Bendoharjo, Gabus, Gerobogan, Jateng, suara PSI tertukar dengan suara tidak sah. Foto: Dok. KPU
Kedua, terjadi di TPS 009, Bendoharjo, Gabus, Gerobogan, Jateng. Suara PSI dalam sistem Sirekap KPU tertulis 50 suara. Lalu, suara tidak sah 2.
Setelah ditelusuri di foto C.Hasil, suara PSI tertera 2 suara, sedangkan suara tidak sah di foto C.Hasil mencapai 50 suara.