GSF Ungkap Peran Turki Pada Pemulangan WNI dari Israel: Sampai Kirim 3 Pesawat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
9 WNI yang ditangkap militer Israel berpotret bersama saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (24/5/2026). Foto: Dok. GPCI
zoom-in-whitePerbesar
9 WNI yang ditangkap militer Israel berpotret bersama saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (24/5/2026). Foto: Dok. GPCI

Steering Committee Global Sumud Flotilla (GSF), Maimon Herawati, mengungkapkan Turki berperan besar dalam proses evakuasi ratusan relawan Global Sumud Flotilla yang sempat ditahan Israel usai kapal mereka dicegat di perairan internasional.

Maimon mengatakan, awalnya Turki hanya menyiapkan satu pesawat untuk mengevakuasi sekitar 90 peserta asal Turki. Namun, setelah ada pembahasan lebih lanjut, Turki akhirnya mengirimkan tiga pesawat agar para relawan tidak dipulangkan secara terpisah ke sejumlah negara transit.

“Awalnya, Turkiye hanya akan mengirimkan satu pesawat saja untuk 90 peserta dari Turkiye dan saya sempat minta supaya Indonesia dimasukkan ke dalam satu pesawat ini,” kata Maimon saat penyambutan kepulangan WNI Relawan Global Sumud Flotilla 2.0, di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Minggu (24/5).

Namun, kata dia, Steering Committee Global Sumud Flotilla kemudian mempertimbangkan agar seluruh peserta dibawa ke Istanbul terlebih dahulu.

“Tapi kami, Steering Committee berpikir lagi, bagus kalau semua dimasukkan ke Istanbul jadi tidak terpecah-pecah ke Jordan dan Mesir,” ujarnya.

Sejumlah aktivis Global Sumud Flotilla yang dideportasi Israel telah tiba di Bandara Istanbul, Turki, pada Kamis (21/5) waktu setempat. Foto: Ozan Kose/AFP

Menurut Maimon, keputusan tersebut akhirnya membuat Turki menambah jumlah pesawat untuk membantu proses evakuasi para relawan.

“Makanya Turkiye bersedia mengirimkan tiga pesawat, alhamdulillah,” ucapnya.

Ia juga mengapresiasi bantuan Turki selama proses pemulangan para relawan Global Sumud Flotilla. Menurut dia, bantuan itu diberikan mulai dari fasilitas penginapan hingga pemeriksaan kesehatan bagi peserta yang baru tiba.

“Sehingga di situ saya merasa bahwasanya Turkiye di behind the scene banyak membantu, terutama hotel di malam pertama pada saat teman-teman sudah turun, medical check-up dan seterusnya,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Maimon juga menjelaskan panitia Global Sumud Flotilla telah menyiapkan sistem pemantauan dan bantuan hukum bagi para peserta sejak awal keberangkatan.

“Yang mau saya sampaikan kepada teman-teman, Global Sumud Flotilla sudah membuat sebuah sistem di mana pada saat penculikan, kami tahu teman-teman dibawa ke mana,” ujarnya.

Ia mengatakan tim kuasa hukum telah disiapkan sehingga para peserta mendapat pendampingan hukum saat ditahan di Ashdod.

“Ini yang menyebabkan alhamdulillah pada sampai di Ashdod, tim kuasa hukum Adalah itu langsung menemui semua partisipan dari Global Sumud Flotilla yang diculik di perairan internasional sebanyak 428 orang dari 50 negara,” katanya.

Maimon menyebut seluruh peserta akhirnya dibebaskan karena tidak ditemukan adanya pelanggaran hukum.

“Begitu mereka mendapatkan surat kuasa, maka yang langsung diusahakan oleh Adalah adalah membebaskan mereka karena memang tidak ada pelanggaran hukum sama sekali,” tuturnya.