Gubernur Bali Tolak Ide Sandi soal Wisata Halal di Pulau Dewata

26 Februari 2019 12:27 WIB
clock
Diperbarui 21 Maret 2019 0:03 WIB
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Gubernur Bali I Wayan Koster. Foto: Denita BR Matondang/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Bali I Wayan Koster. Foto: Denita BR Matondang/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno, saat berkampanye di Bali pada akhir pekan lalu, ingin mengembangkan wisata halal di Pulau Dewata apabila nanti terpilih.
ADVERTISEMENT
Namun ide tersebut langsung ditolak Gubernur Bali I Wayan Koster. Menurut Koster, Bali tak perlu mengembangkan pariwisata halal.
Sebab pariwisata halal, kata Koster, justru dinilai akan memperkecil dan mempersempit nilai wisata di Bali.
"Saya kira untuk Bali sudah ada branding-nya sesuai dengan kearifan lokal Bali, karakter Bali yaitu pariwisata berbasis budaya," kata Koster di Denpasar, Selasa (26/2).
"Saya kira enggak perlu lagi kami mengembangkan brand yang justru itu mempersempit dan mengecilkan branding yang sebelumnya sudah ada, sudah sangat cocok buat Bali yaitu pariwisata budaya," sambung dia.
Politikus PDIP itu juga menilai tidak perlu ada lokasi pariwisata halal secara khusus di Bali. Sebab menurutnya tak pernah ada permasalahan halal atau tidak halal di Bali.
ADVERTISEMENT
"Saya kita enggak perlu begitu (pariwisata halal di lokasi tertentu). Selama ini tanpa label halal kan enggak ada masalah, kan kita semua tahu, " ujar dia.
Kadis Pariwisata Provinsi Bali, AA Gede Yuniartha Foto: Istimewa
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Bali, AA Gede Yuniartha Putra. Yuniartha menilai sangat kecil kemungkinan untuk mengubah brand pariwisata di Bali dari berbasis budaya menjadi pariwisata halal.
Sebab 70 persen wisatawan datang ke Bali menikmati wisata budaya. Apalagi, adat dan seni di Bali sangat tidak mungkin dibuat sertifikat halal
"Halal tourism enggak mungkin, sangat jauh dari itu walaupun Sandiaga menjadi (wakil) presiden itu enggak mungkin. Turis datang ke sini bukan karena halal tourism (tapi) karena budaya bali, apa kita menghilangkan?" ketusnya.
ADVERTISEMENT
Yuniartha mengakui sejak kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz pada tahun lalu, jumlah wisatawan dari Timur tengah meningkat.
Hanya saja, wisatawan di Bali masih didominasi oleh turis dari China, Australia, India, Rusia dan Inggris.
"Kalau pasarnya Timur Tengah itu meningkat sejak kedatangan Raja Salman tapi apa harus halal tourism? Biarlah 17 pulau di Indonesia ini berbeda. Kalau mau halal tourism tinggal menyebrang saja ke Lombok atau ke Aceh. Masak seluruh Indonesia harus halal tourism," kata dia.
Sandiaga Uno di Bali. Foto: Denita Matondang/kumparan
Sebelumnya, Sandi berencana untuk mengembangkan pariwisata halal di Bali usai mengunjungi Kabupaten Klungkung, Karangasem, Gianyar dan Kota Denpasar pada Sabtu (23/2) dan Minggu (24/2).
Eks Wagub DKI Jakarta itu berpendapat pariwisata halal di Bali berpotensi mengundang banyak investor dengan nilai yang cukup besar dan dapat mendorong perekonomian di Bali.
ADVERTISEMENT
"Saya ingin Bali, Indonesia secara umum juga mengambil potensi pariwisata halal yang konon kabarnya di atas Rp 3.000 triliun potensinya. Ini sangat luar biasa potensinya kalau bisa diambil untuk gerakan ekonomi di Bali," kata Sandi di Denpasar, Minggu (24/2)
Menurut Sandi, dengan penduduk Indonesia yang mayoritas Islam, maka wisata halal memiliki potensi pasar yang sangat besar. Ia memberi contoh pariwisata halal yang mulai dikembangkan di Timur Tengah, Singapura, dan Bangkok.