Gubernur Hadramout Yaman Tuding UEA Punya Agenda Terselubung

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sebuah kendaraan militer diangkut setelah, menurut koalisi yang didukung Saudi, Aidarous al-Zubaidi, pemimpin Dewan Transisi Selatan Yaman (STC), melarikan diri ke tempat yang tidak diketahui, di Aden, Yaman, Rabu (7/1/2026). Foto: Fawaz Salman/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Sebuah kendaraan militer diangkut setelah, menurut koalisi yang didukung Saudi, Aidarous al-Zubaidi, pemimpin Dewan Transisi Selatan Yaman (STC), melarikan diri ke tempat yang tidak diketahui, di Aden, Yaman, Rabu (7/1/2026). Foto: Fawaz Salman/REUTERS

Keretakan hubungan otoritas Yaman dukungan Arab Saudi dengan Uni Emirat Arab (UEA) kian menganga. Gubernur Hadramout, Salem Al-Khunbashi, secara terbuka menuding Abu Dhabi telah menyalahgunakan mandat Koalisi Arab demi mengejar agenda terselubung yang mengancam kedaulatan di wilayah selatan Yaman.

Koalisi Arab merupakan aliansi militer yang dipimpin oleh Arab Saudi yang dibentuk pada tahun 2015 untuk mengembalikan pemerintahan sah Yaman yang diakui secara internasional. Koalisi ini beranggotakan antara lain UEA, Mesir, Yordania, dan Bahrain.

Peta UEA, Arab Saudi dan Yaman. Foto: hyotographics/Shutterstock

Koalisi Arab turun tangan setelah pemerintah Yaman yang sah digulingkan oleh pemberontak Houthi yang didukung Iran.

Akhir tahun 2025, Arab Saudi secara terang-terangan menuding UEA memberikan dukungan pada kelompok separatis di wilayah selatan Yaman.

Saudi lantas mengebom kendaraan-kendaraan militer yang baru datang dari UEA di Pelabuhan Mukalla, Hadramout, pada 30 Desember 2025, karena menilai peralatan itu diperuntukkan bagi kelompok separatis. Tudingan Arab Saudi ini disangkal UEA.

Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran MBS (kiri) dan Pangeran MBZ (sekarang Presiden UEA) di Abu Dhabi, Desember 2021 Foto: Instagram/@mohamedbinzayed

Gubernur Hadramout, Salem Al-Khunbashi, yang juga anggota Dewan Kepemimpinan Kepresidenan Yaman, mengatakan bahwa Hadramout telah menderita pelecehan serius dalam beberapa bulan terakhir oleh kelompok bersenjata yang setia kepada Aidarous Al-Zubaidi, yang menurutnya didukung oleh UEA.

Wakil presiden pemerintah Yaman yang diakui secara internasional Aidarous al-Zubaidi yang kemudian mencoba memisahkan diri dari Yaman dengan dukungan Uni Emirat Arab (UEA). Foto: Fabrice COFFRINI / AFP

Al-Zubaidi adalah pemimpin STC, yang mencoba mendirikan Yaman Selatan, memisahkan diri dari Yaman.

“Kami percaya mereka (UEA) akan menjadi sumber dukungan dan bantuan, namun kami terkejut dengan perilaku mereka,” kata Al-Khunbashi dalam konferensi pers, dikutip dari Saudi Gazette, Selasa (20/1).

Al-Khunbashi mengatakan kelompok bersenjata dukungan UEA itu melakukan penggerebekan dan tindakan intimidasi terhadap warga sipil, termasuk penjarahan, penculikan, pembunuhan, dan pengusiran paksa, serta penghancuran dan penyitaan properti negara, yang menyebabkan kerugian luas bagi penduduk Hadramout.

Papan reklame dengan gambar Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, Presiden Uni Emirat Arab, dan Aidarous al-Zubaidi, kepala Dewan Transisi Selatan (STC) yang didukung UEA, di Aden, Yaman. Foto: Fawaz Salman/REUTERS

Peralatan Mencurigakan Milik UEA

Al-Khunbashi mengatakan pemerintah Yaman telah mengungkap aktivitas dan peralatan mencurigakan milik UEA di dalam pangkalan udara Al-Rayyan di Mukalla. Menurutnya, temuan itu tidak sejalan dengan tujuan koalisi militer maupun prinsip-prinsip solidaritas Arab dan Islam.

Dia menjelaskan, peralatan tersebut mencakup jebakan (booby traps), bahan peledak, detonator, dan perangkat komunikasi yang diduga digunakan dalam pembunuhan, pembantaian, dan penyiksaan.

Kendaraan militer yang rusak setelah serangan udara yang dilakukan oleh koalisi pimpinan Saudi di pelabuhan Mukalla, Yaman selatan, Selasa (30/12/2025). Foto: Stringer/AFP

Al-Khunbashi menuding keberadaan bahan-bahan tersebut di pangkalan udara tidak selaras dengan peran militer yang seharusnya. Hal itu menunjukkan bahwa tempat itu digunakan untuk merencanakan dan melakukan kejahatan terhadap warga sipil.

Menurut Al-Khunbashi, sifat bahan-bahan tersebut dan cara persiapannya tidak menyerupai peralatan yang digunakan oleh angkatan bersenjata reguler. Hal ini memperkuat klaim bahwa pangkalan itu digunakan untuk operasi kriminal.

Ia menuduh kelompok bersenjata yang setia kepada Al-Zubaidi menggunakan isu perjuangan wilayah selatan sebagai kedok untuk melakukan pelecehan terhadap penduduk selatan itu sendiri, dan melayani apa yang ia gambarkan sebagai "agenda UEA yang bertujuan menyebarkan kekacauan" serta menghambat inisiatif politik.

Pemimpin STC Kabur ke Abu Dhabi

Seorang polisi mengoperasikan senapan mesin di bagian belakang truk patroli setelah, menurut koalisi yang didukung Saudi, Aidarous al-Zubaidi, pemimpin Dewan Transisi Selatan Yaman (STC), melarikan diri ke tempat yang tidak diketahu, Rabu (7/1/2026). Foto: Fawaz Salman/REUTERS

Al-Khunbashi menuding temuan peralatan tersebut membantu menjelaskan mengapa UEA memfasilitasi kaburnya Al-Zubaidi melalui Somalia ke Abu Dhabi.

Fasilitasi itu dimaksudkan untuk melindungi Zubaidi dari pertanggungjawaban hukum atas pelanggaran yang dilakukan di Yaman selatan.

Penjara Rahasia Dikelola UEA

Al-Khunbashi juga menuduh bahwa bukti-bukti menunjukkan adanya penjara rahasia di Mukalla yang dikelola oleh pasukan UEA. Penjara itu digunakan untuk penahanan sewenang-wenang, penghilangan paksa, dan penyiksaan di luar sistem peradilan.

Ia menyatakan bahwa pihak berwenang akan mengambil tindakan hukum terhadap Al-Zubaidi, UEA, dan siapa pun yang terlibat dalam dugaan pelanggaran tersebut, sesuai dengan hukum Yaman, demi melindungi warga negara dan menjaga stabilitas di Hadramout.

Al-Khunbashi mengakhiri dengan mengatakan bahwa provinsi-provinsi di selatan Yaman semakin membebaskan diri dari apa yang ia gambarkan sebagai "dominasi dan kontrol yang dipaksakan".

Terkait isu Hadramout ini, Indonesia terus memonitor perkembangan yang terjadi. Sebab di provinsi ini, utamanya di Kota Tarim, terdapat ribuan pelajar Indonesia yang sedang menuntut ilmu agama Islam.

Indonesia juga mendukung kedaulatan dan keutuhan wilayah Yaman dan mengakui pemerintah resmi Yaman yang diakui secara internasional.

UEA Membantah

UEA lewat Kemenhan membantah apa yang disampaikan Gubernur Hadramout.

"Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab secara tegas membantah klaim yang dilontarkan dalam konferensi pers oleh Gubernur Hadramout, Salem Al-Khunbashi," ujar mereka dalam siaran pers.

"Pihak Kementerian menegaskan bahwa konferensi tersebut memuat tuduhan palsu dan menyesatkan yang tidak memiliki bukti maupun landasan faktual, terkait dugaan penemuan sejumlah senjata dan bahan peledak di Bandara Riyan di kota Mukalla, Yaman, yang diklaim memiliki keterkaitan dengan Uni Emirat Arab," sambungnya.