Gubernur Jabar Turut Berduka Atas Meninggalnya Komandan Brigade Persis

Kasus penganiayaan yang dilakukan Asep Maptuh (46) terhadap Prawoto, Komandan Brigade Persatuan Islam (Persis) Pusat, menyebabkan Prawoto meninggal dunia.
Akibat penganiayaan tersebut Prawoto mengalami luka memar dan sobek di bagian kepala. Prawoto meninggal dunia saat dilarikan ke rumah sakit, Kamis (1/2).
Ucapan belasungkawa datang dari Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher). Aher tampaknya merasakan duka yang mendalam atas berpulangnya Prawoto.
"Turut berduka atas berpulangnya Ustaz Prawoto, semoga Allah menempatkan beliau di JannahNya. Amin," ungkap Aher dalam akun Twitternya, @aheryawan, Jumat (2/2).
Kasus ini bermula saat Asep datang ke rumah Prawoto dengan menggedor-gedor pintu, Prawoto yang berada di dalam rumah, kemudian memarahi Asep.
Merasa tak terima, Asep melawan dengan membawa linggis dan hendak melukai korban. Prawoto sempat melarikan diri namun berhasil ditangkap Asep. Asep lantas memukul Prawoto dengan linggis yang ia bawa.

Polisi telah menangkap Asep. Polisi menduga Asep mengalami gangguan jiwa, karena depresi. Asep kini telah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Meski Asep diduga mengalami gangguan jiwa, kasus penganiayaan yang menyebabkan Prawoto meninggal tetap diproses polisi.
