Gubernur Lemhannas ke NasDem: Meski Bukan Hijau, Jangan Ragu Usung Green Policy
·waktu baca 2 menit

Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto menjadi salah satu pembicara dalam Focus Group Discussion (FGD) rangkaian Rakernas NasDem bertema ‘Perkembangan Ekonomi Pangan dan Geopolitik.'
Dalam paparannya, Andi menjabarkan posisi Indonesia yang masih rawan dalam geopolitik dunia, terlebih situasi global masih dinamis dan mudah berubah. Andi lalu menyinggung soal pentingnya kebijakan pro lingkungan (green policy) di jajaran pemerintahan.
“Kita jauh dari ideal, belum ada paradigma hijau, paradigma ekologi menjadi keberlanjutan menjadi paradigma utama. Di Indonesia belum ada, loh, partai politik yang benar-benar mengusung green policy. Saya harap walaupun NasDem warnanya bukan hijau, tetapi tidak ragu-ragu mengusung green policy karena sangat-sangat dibutuhkan,” kata Andi di Podium Ballroom NasDem Tower, Jakarta, Rabu (8/6).
Andi mengungkapkan emisi rumah kaca Indonesia sangat parah dan akhirnya berpengaruh pada proyeksi perubahan hasil pangan.
“Ini data yang kami dapatkan menjelang sampai 2050 kita diramalkan gejolak karena kita tidak bisa mengendalikan lingkungan. Kita proyeksi perubahan hasil pangan akan terus menerus memburuk sampai tahun 2050. Jawabannya kalau di Kementan atau KemenLHK, dua kata itu green policy, green paradigm, itu yang harus dilakukan,” tegas Andi.
Sebagaimana diketahui, NasDem memiliki 3 menteri di kabinet pemerintah. Yaitu Mentan Syahrul Yasin Limpo, Menkominfo Johnny G Plate, dan Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar.
Selain itu, Andi juga menilai NasDem perlu menerapkan paradigma ekonomi biru (blue economy). Sebab, Indonesia merupakan negara yang memiliki wilayah laut yang sangat luas.
“Kalau ini warna BasDem (sambil menunjuk slide paparannya), blue paradigm, ekonomi biru, paradigmanya harus paradigma kesehatan, samudera kesehatan laut. Idealnya Indonesia ketika dipetakan oleh global warnanya yang biru seperti di Selandia Baru atau negara-negara Pasifik selatan atau China, Argentina. [Namun] Indonesia warnanya kuning, kondisinya masih kurang baik,” pungkasnya.
Dalam acara tersebut, turut hadir Mendag M Luthfi, Mentan Syahrul Yasin Limpo, Ketua Kadin Arsjad Rasjid, dan sejumlah pejabat lainnya.
