Gubernur Mualem: Aceh Seakan Alami Tsunami Kedua, Tak Boleh Ada Jeda Kemanusiaan
·waktu baca 3 menit

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, mengatakan bencana banjir dan longsor yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh harus ditanggulangi secara cepat, terukur dan tanpa jeda.
Mualem menekankan, percepatan pembukaan akses darat menjadi prioritas utama untuk memastikan logistik segera menjangkau masyarakat, terutama di desa yang terisolasi.
“Pastikan seluruh personel memahami tugas masing-masing. Buka akses, buka jalan, dan percepat pengantaran logistik. Semakin cepat logistik sampai ke lokasi bencana,” kata pria yang akrab disapa Mualem dalam Apel Tim Recovery Bencana yang digelar di Landasan Udara Sultan Iskandar Muda (SIM), bersama PLN (Persero), TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait, dikutip dari laman resmi Pemerintah Aceh, Senin (1/12).
Mualem menyebut, kondisi di sejumlah wilayah sangat kritis, dengan beberapa gampong masih terjebak banjir dan tak dapat dijangkau. Ia menyebut bencana ini seperti tsunami yang terjadi pada 2004 yang menewaskan ratusan ribu orang.
"Aceh seakan mengalami tsunami kedua. Tugas kita adalah melayani mereka yang terdampak. Tidak boleh ada jeda kemanusiaan di lapangan,” ujar Mualem.
Eks Panglima GAM ini mengingatkan seluruh tim untuk mengutamakan keselamatan personel karena banyak titik rawan longsor dan banjir susulan.
“Kita punya tanggung jawab moral kepada rakyat, tetapi keselamatan personel juga prioritas,” ujar Mualem.
Hingga Minggu malam, korban tewas di Aceh, Sumut, dan Sumbar mencapai 442 orang dan 400-an lainnya hilang. Untuk Aceh sendiri, tercatat 96 orang tewas. Sementara, banyak daerah yang masih terisolasi akibat parahnya bencana yang dipicu Siklon Tropis Senyar ini.
12 Tower Transmisi PLN Roboh
Ketua Tim Recovery PLN sekaligus General Manager UID Aceh, Edi Saputra, melaporkan ada 12 tower transmisi roboh dan tujuh set tower emergency telah dimobilisasi. Sebanyak 150 personel dikerahkan melalui jalur darat. Sementara material tambahan akan diangkut menggunakan helikopter.
“Mulai hari ini, material sudah bergerak melalui jalur darat. Kita akan lakukan mobilisasi via udara ke titik yang tidak bisa ditembus,” kata Edi.
Sedangkan Dirut PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan duka atas musibah yang Aceh. Ia memastikan PLN mengerahkan seluruh kemampuan nasional setelah kerusakan berat pada jaringan transmisi, khususnya jalur Arun-Bireuen dan Bireuen-Takengon.
“Empat hari lalu kami turun langsung melakukan observasi. Tower-tower roboh, jaringan padam total. Tapi kami melihat satu hal yaitu rakyat Aceh tidak pernah menyerah. Itu membuat kami semakin yakin bahwa pemulihan ini harus dilakukan secara total,” kata Darmawan.
PLN berkoordinasi bersama TNI dan Polri. Dua pesawat Hercules TNI AU sudah didatangkan membawa tower emergency dari Jakarta. TNI AD dan Polri turut membuka akses jalan, mengangkut logistik, dan mengawal pergerakan tim PLN.
“Demi Aceh, kami bekerja kompak. Polisi dan TNI mengawal pergerakan kami. TNI AD membantu logistik, TNI AU membantu mobilisasi udara. Ini kerja kolektif yang luar biasa,” kata Darmawan.
Selain itu, PLN mengirim 220 unit genset ke berbagai titik kritis, memastikan penyediaan BBM hingga bantuan sosial.
