Gubernur NTB Duga Kebakaran Kampung Adat Sade Karena Listrik: Kita Investigasi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto udara memperlihatkan kondisi pascakebakaran yang menghanguskan Dusun Sade, desa adat suku Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (23/8/2026). Foto: Stringer/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara memperlihatkan kondisi pascakebakaran yang menghanguskan Dusun Sade, desa adat suku Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (23/8/2026). Foto: Stringer/REUTERS

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mengatakan penyebab kebakaran yang melanda Kampung Adat Sade, Lombok Tengah, masih dalam proses investigasi. Pemerintah belum dapat memastikan sumber api yang membakar sejumlah bangunan di kawasan tersebut.

“Masih dilihat penyebabnya. Masih kita masih cari tahu tentang penyebabnya ini. Masih teman-teman melakukan investigasi,” kata Lalu saat ditemui di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Minggu (23/8).

Lalu mengatakan pemerintah juga belum memiliki dugaan pasti mengenai penyebab kebakaran tersebut. Namun, dia menyebut kemungkinan kebakaran berkaitan dengan instalasi atau aliran listrik di sejumlah bangunan.

“Belum, belum. Kemungkinan ada yang terkait dengan elektriknya, dengan listrik yang ada, aliran listrik yang ada di situ. Di beberapa bangunan itu,” ujarnya.

Kebakaran melanda Kampung Adat Sade pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 22.00 WITA. Api pertama kali terlihat dari salah satu rumah warga dan kemudian dengan cepat menjalar ke bangunan lain.

Polisi sebelumnya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencari petunjuk mengenai penyebab kebakaran. Tim Inafis Polres Lombok Tengah bersama personel Polda NTB telah turun ke lokasi, sementara pemeriksaan oleh tim Laboratorium Forensik dijadwalkan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.

Kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Sejumlah bangunan di kawasan permukiman adat, termasuk rumah warga dan fasilitas pendukung aktivitas masyarakat serta pariwisata, ikut terbakar.

Pemerintah saat ini masih memprioritaskan penanganan warga terdampak sebelum masuk ke tahap pemulihan kawasan. Setelah penanganan warga, pemerintah mulai menyiapkan rencana restorasi Kampung Adat Sade yang merupakan kawasan bersejarah dan memiliki nilai budaya bagi masyarakat Sasak.