Gubernur Perempuan Afghanistan, Salima Mazari, Ditangkap oleh Taliban
·waktu baca 2 menit

Salah satu dari sedikit gubernur perempuan di Afghanistan, Salima Mazari, dilaporkan ditangkap oleh Taliban. Kabar tersebut diberitakan oleh media The Times of India dengan mengutip laporan-laporan lokal, Rabu (18/8).
Mazari adalah Gubernur Distrik Chahar Kint, Provinsi Balkh. Ia adalah salah satu dari tiga perempuan yang menjabat sebagai gubernur di Afghanistan.
The Times of India tidak merincikan lokasi penangkapan Mazari.
Seorang jurnalis televisi Afghanistan, Nadia Momand, juga mengabarkan penangkapan sang gubernur di akun Twitternya. Dikutip dari Insider, Momand mendesak pembebasan Mazari.
“Ketika banyak pemimpin politik Afghanistan melarikan diri, Salima bertahan untuk melawan. Sebagai salah satu gubernur distrik perempuan pertama di Afghanistan, ia melawan Taliban dan memberontak hingga akhir,” ungkap Momand pada Rabu (18/8).
Salima Mazari ditunjuk sebagai gubernur distrik pada tahun 2018 silam, menjadikannya salah satu gubernur perempuan pertama di Afghanistan yang didominasi oleh kaum lelaki.
Dilansir The Guardian, perempuan berusia 40 tahun ini telah merekrut dan melatih pasukan militannya untuk melawan Taliban sejak tahun 2019.
Dikutip dari AFP, sebelum Taliban menguasai Ibu Kota Kabul, Mazari memiliki satu misi penting: merekrut pasukan untuk melawan para pemberontak. Per 6 Agustus, Mazari telah merekrut hingga 600 pasukan sebagai tambahan kekuatan untuk pasukan keamanan Distrik Chahar Kint.
Sebelum dikabarkan ditangkap, Mazari sempat melakukan wawancara di Kota Mazar-e-Sharif. Ia mengatakan, jika Taliban benar-benar berkuasa, maka tidak ada lagi tempat untuk perempuan.
“Di provinsi-provinsi yang dikendalikan oleh Taliban, tidak ada lagi perempuan di sana, pun di perkotaan. Mereka semua dipenjara di dalam rumahnya,” tegas Mazari.
Ia datang dari komunitas Hazara. Sebagian besar orang Hazara menganut kepercayaan Syiah. Hazara sudah menjadi bulan-bulanan pasukan Taliban.
Salah satu serangan Taliban terhadap Hazara dan komunitas Syiah Afghanistan adalah serangan di sebuah sekolah di Kabul, yang membunuh hingga lebih dari 80 anak perempuan.
