Gubernur Sulsel Bersyukur Pembangunan Jembatan Malango Dimulai

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pembangunan Jembatan Malango di Kabupaten Toraja Utara, Sulsel. Foto: Pemprov Sulsel
zoom-in-whitePerbesar
Pembangunan Jembatan Malango di Kabupaten Toraja Utara, Sulsel. Foto: Pemprov Sulsel

Pemprov Sulsel melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi mulai melakukan penanganan pembangunan Jembatan Malango di Kabupaten Toraja Utara.

Pembangunan jembatan ini menjadi salah satu prioritas Pemprov Sulsel di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman. Terlebih, pembangunannya atas aspirasi masyarakat.

Alhamdulillah, tahapan MC-0 (Mutual Check Awal) untuk Pembangunan Jembatan Sungai Malango pada Ruas Rantepao-Sadan-Batusitanduk di Kabupaten Toraja Utara sedang dimulai. Pembangunan jembatan ini merupakan aspirasi masyarakat dan Pemkab Toraja Utara,” ujarnya dikutip dari keterangan resminya, Senin (10/7).

Pembangunan Jembatan Malango di Kabupaten Toraja Utara, Sulsel. Foto: Pemprov Sulsel

Pembangunan jembatan ini merupakan aspirasi masyarakat karena kondisi sering terjadi kemacetan parah di jalan ini. Sehingga pembangunan ini akan menambah akses jembatan baru menjadi dua akses jembatan.

Rencananya pembangunan jembatan ini mencapai panjang bentangan jembatan 30 meter dan lebar 6,7 meter termasuk trotoar dan median.

Kelancaran pembangunan ini, kata pria yang akrab disapa Gubernur Andalan ini, berkat sinergisitas yang dibangun Pemprov Sulsel dan Pemkab Toraja Utara.

Pembangunan Jembatan Malango di Kabupaten Toraja Utara, Sulsel. Foto: Pemprov Sulsel

Jembatan Malango mendukung mobilisasi akses jalan ruas Rantepao-Sa'dan-Batusitanduk. Ruas jalan ini juga menjadi salah satu fokus Pemprov Sulsel untuk dikerjakan bertahap. Ruas ini berada di wilayah Kabupaten Luwu dan Kabupaten Toraja Utara.

“Untuk jalannya di Ruas Rantepao-Sadan-Batusitanduk ini menjadi fokus kita untuk ditangani secara bertahap. Terlebih akses ini menjadi jalur alternatif dari Luwu Raya ke Toraja. Serta jalan ini akan membuka akses wilayah terisolir,” jelas Andi.

Untuk jalannya, pada 2023, akan ditangani pada segmen jalan di Kabupaten Luwu.

“Kepada pemda, tokoh masyarakat, toko adat, toko agama serta masyarakat sekitar, mari kita dukung kelancaran pembangunan jembatan ini,” pinta Andi.

(LAN)