Gubuk di Kota Solo dan Kisah Cinta Kakek-Nenek yang Terekam Google Maps
ยทwaktu baca 2 menit

Ada cerita dari sebuah gubuk di Jalan HOS Cokroaminoto, Kelurahan Jagalan, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Jawa Tengah, yang terekam Google Maps.
Cerita tersebut tentang pasangan suami-istri yang sudah lanjut usia (lansia), bernama Karto (70 tahun) dan Warsini (80).
Mereka hampir selalu terekam bersama, setidaknya sejak tahun 2015, oleh kamera Google Maps.
Pada 2015 itu, terlihat pasangan lansia tersebut duduk di kursi kayu panjang di samping gubuk mereka. Momen ini berlangsung hingga tahun 2016:
Pemandangan berbeda terlihat pada 2018, tatkala Google Maps hanya memotret sang istri tanpa suaminya.
Sang istri yang sudah tua itu nampak duduk seorang diri:
Singkat cerita, di titik yang sama pada tahun 2023, pasangan lansia itu sudah tidak ada lagi di rekaman Google Maps.
Kondisi di area gubuk semakin tidak terurus, rumput ilalang tinggi dan berantakan:
Apa yang terjadi pada 2024 kemudian bisa ditebak: Gubuk diratakan dengan tanah. Tak lagi berdiri sebagai tonggak kisah cinta dua lansia itu:
Kisah dari Tetangga
Tetangga bernama Basuki menuturkan bahwa ia mengenali kedua lansia itu bahkan ia kerap mengirimkan makanan untuk mereka.
"Yang suami sudah meninggal tahun 2023, yang istri masih hidup dibawa pulang oleh keluarganya ke Wonogiri," kata Basuki saat ditemui kumparan pada Jumat (16/5).
Wonogiri yang dimaksud adalah di Kecamatan Ngadirejo.
Menurut Basuki, Karto dan Warsini merantau ke Solo sejak masih muda.
Tinggal di Gubuk sampai Meninggal Dunia
Gubuk tersebut adalah warung makan soto, usaha Karto dan Warsini sejak lama.
"Sebelum tinggal di sana, mereka berpindah-pindah. Karena usia mereka sudah tua, pemilik tanah memberikan izin untuk tinggal di gubuk warung sampai meninggal dunia," kata Basuki.
Rumah di belakang gubuk warung tersebut dulunya adalah pabrik sepatu. Karyawan pabrik sering makan di warung tersebut.
"Sekarang pabrik sudah gulung tikar dan dijadikan jualan tas," katanya.
Kini Tinggal Kenangan
Sekarang, kehangatan lansia itu tinggal kenangan. Gubuk tersebut dibongkar.
"Karena rumahnya sudah kosong, oleh pemilik tanah dibongkar. Perabotan rumah tangga sampai sekarang masih ada yang dititipkan di rumah saya," ujar Basuki.
Warga lainnya, Sri Rejeki, mengatakan pasangan lansia tersebut sudah puluhan tahun tinggal di kawasan Kelurahan Jagalan.
Mereka juga jualan tusuk sate. Dia (Karto) juga punya keahlian menyembuhkan anak-anak yang suka rewel (menangis) diganggu makhluk halus. Mereka ini tidak punya anak," kata Sri.
