kumparan
26 Juni 2018 9:50

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Kapal di Selat Sunda Diminta Waspada

Gunung Krakatau (Foto: dok : Flickr / Rifaldi Fauzan)
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten mengimbau para nakhoda kapal yang berlayar di Selat Sunda untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap erupsi Gunung Anak Krakatau.
ADVERTISEMENT
"Para nakhoda kapal agar senantiasa memantau berita cuaca dari BMKG, berita erupsi Gunung Anak Krakatau dari PVMBG Kementerian ESDM, Badan Geologi, pos pengamatan Gunung Anak Krakatau," kata Kepala Kantor KSOP kelas I Banten, Yefri Meidison, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (26/6).
"Serta melakukan tindakan yang diperlukan sesuai prosedur di atas kapal," imbuhnya.
Surat soal waspada erupsi Gunung Anak Krakatau. (Foto: Dok. Istimewa)
Selain itu, nakhoda kapal diminta untuk memastikan kondisi mesin, kemudi, dan peralatan navigasi kapal berfungsi dengan baik. Sehingga dampak bencana erupsi Gunung Anak Krakatau dapat ditekan sekecil mungkin.
"Pastikan alat keselamatan di atas kapal lengkap dan berfungsi dengan baik," imbau Yefri.
KSOP Kelas I Banten menyediakan layanan nomor telepon di (0254) 571009 - 571013 untuk informasi lebih lanjut terkait kondisi pelayaran selama terjadinya erupsi Gunung Anak Krakatau.
ADVERTISEMENT
Sejak 18 Juni 2018, Gunung Anak Krakatau mengalami peningkatan aktivitas. Pada Senin (25/6), pukul 07.14 Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu erupsi Gunung Anak Krakatau mencapai 1.000 meter.
Arah kolom abu itu condong ke utara dengan warna hitam berintensitas tebal. Hingga saat ini, status Gunung Anak Krakatau berada di Level Waspada (Level II). Masyarakat sekitar dan wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 1 kilometer.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan