Gunung Anak Krakatau Erupsi, Nelayan Tak Boleh Aktivitas Radius 5 Km
·waktu baca 2 menit

Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali meletus dengan ketinggian abu vulkanik mencapai 2.500 meter dari atas puncak pada Jumat (12/5) sekitar pukul 09.20 WIB.
Berdasarkan laporan tertulis Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau (GAK), Pasauran, Kabupaten Serang, Deny Mardiono, kolom abu teramati berwarna agak gelap dengan intensitas tebal dan mengarah ke Barat Daya dari pesisir Anyer.
Menurutnya, dari hasil pengamatan di seismogram, letusan sempet terekam dengan amplitudo maksimum sekitar 70 mm dan terjadi selama 42 detik meski tidak terdengar adanya dentuman dalam letusan kali ini.
"Kondisi Gunung Anak Krakatau sampai dengan saat ini aktivitasnya masih tinggi," kata Deny saat dihubungi melalui telepon seluler, Jumat (12/5) siang.
Pada Kamis (11/5) kemarin sekitar pukul 12.41 WIB, Gunung Anak Krakatau sempat mengalami erupsi dengan ketinggian abu vulkanik mencapai 1.000 meter dari puncak dengan durasi 2 menit 23 detik dan terekam amplitudo maksimumnya sekitar 70 mm.
Disampaikan Deny, saat ini Gunung Anak Krakatau (GAK) berada di Level Siaga III sehingga masyarakat tidak diperbolehkan beraktivitas di bawah radius 5 kilometer dari lokasi GAK.
Meski begitu, lanjut Deny, bahwa masyarakat di sepanjang pesisir Anyer dan Carita tidak perlu khawatir lantaran kondisi Gunung Anak Krakatau masih relatif aman.
"Rekomendasi masih tetap dalam radius 5 kilometer tidak boleh ada aktivitas masyarakat. Dan kondisi (GAK) kondusif untuk masyarakat Anyer dan sekitarnya," ungkapnya.
