Gunung Api Berbahaya di Papua Nugini Meletus

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Gunung Ulawun, Papua Nugini, erupsi. Foto: AFP
zoom-in-whitePerbesar
Gunung Ulawun, Papua Nugini, erupsi. Foto: AFP

Gunung berapi Ulawun di Papua Nugini meletus pada Selasa (1/10) pagi. Letusan gunung api berbahaya tersebut membuat ribuan warga sekitar mengungsi.

Ulawun terletak di Kepulauan Bismarck yang lokasinya terpencil. Saat gunung tersebut meletus pertama Juni lalu, sebanyak 7.000 sampai 13 ribu warga sekitar meninggalkan rumahnya.

Ulawun baru memuntahkan lahar ke udara pada Selasa (1/10) pukul 04.30 pagi. Aktivitas seismik gunung itu sudah terasa sejak Senin (30/9).

"(Erupsi) terjadi tanpa suara dan terjadi saat hari masih gelap sebelum subuh, erupsi terlihat seperti pijaran pecahan cahaya merah setinggi 100 meter," sebut peneliti gunung berapi di Papua Nugini, Ima Itikarai, seperti dikutip dari AFP, Selasa (1/10).

Seorang warga sekitar gunung, Chris Lagisa, mengatakan penduduk dapat mendengar suara gas dan aliran lahar dari gunung.

Otoritas Papua Nugini menyebut, mereka belum mendapat jumlah berapa orang yang dievakuasi. Sebab, belum semua warga sekitar gunung yang kembali dari tempat pengungsian sejak letusan Juni lalu.

Mereka menyerukan agar warga yang sudah terlebih dulu kembali ke rumahnya untuk kembali ke pengungsian.

Ulawun adalah satu dari 16 gunung berapi paling berbahaya di dunia. Gunung itu selama beberapa tahun menjadi fokus riset karena saat erupsi berpotensi menimbulkan letusan sangat besar.