Gunung di Selandia Baru Meletus, Lebih dari 24 Orang Tak Terselamatkan

Kepolisian Selandia Baru menyatakan masih ada lebih dari dua lusin (atau 24) orang masih hilang setelah gunung berapi White Island meletus. Polisi meyakini mereka sudah dalam kondisi meninggal dunia dan tak dapat diselamatkan.
"Tidak ada tanda-tanda kehidupan terlihat di titik mana pun," tulis keterangan kepolisian setempat pada Selasa (10/12) dini hari waktu setempat dilansir Reuters.
Petugas SAR telah melakukan pengintaian udara dekat gunung berapi White Island dengan menggunakan helikopter. Namun, meraka tak bisa mendekat ke gunung tersebut karena masih terlalu berbahaya.
"Berdasarkan informasi, kami percaya tidak ada orang yang selamat di pulau itu. Polisi mendesak (pihak terkait termasuk operator tur) mengonfirmasi jumlah pasti yang meninggal," lanjutnya.
Hal senada juga diucapkan wakil komisaris polisi John Tims. "Saya harus mempertimbangkan keselamatan staf kami dan staf layanan darurat," ujar Tims.
Dalam proses evakuasi, 23 orang berhasil diselamatkan yang tergabung dalam wisata kapal Ovation of the Seas. Namun, diyakini masih ada turis yang tertinggal di pulau tersebut. Sehingga, pada Selasa pagi, petugas akan mencoba mendekati pulau untuk mengamati apakah masih ada yang tersisa untuk diselamatkan.
Gunung berapi White Island meletus pada Senin (9/12) pukul 02.11 dini hari waktu setempat dengan ketinggian kolom abu putih setinggi 3,6 kilometer. Akibatnya, lima orang meninggal dunia dan 20 turis mengalami luka-luka.
Setidaknya, terdapat sekitar 50 orang warga Selandia Baru maupun turis asing berada di dekat tepi kawah beberapa menit sebelum letusan terjadi.
Gunung tersebut terakhir meletus besar pada 1914, yang menewaskan 12 penambang belerang. Pada April 2016, sebuah letusan berskala kecil sempat terjadi.
