Gunung Dukono di Halmahera Meletus, Muntahkan Abu Vulkanik 2,8 Km
ยทwaktu baca 2 menit

Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Maluku Utara, meletus pada Jumat (29/12) pukul 07.03 WIT. Abu vulkanik yang dimuntahkan teramati kurang lebih 2.800 meter atau 2,8 km di atas puncak atau kurang lebih 3.887 meter di atas permukaan laut.
"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung,โ ungkap Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi - Kementerian ESDM
Rekomendasi PVMBG terkait letusan Gunung Dukono adalah:
1. Masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 3 km.
2. Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap, maka direkomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk selalu menyediakan masker/penutup hidung dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.
36 Kali Meletus dalam Setahun
Mengutip Antara, Gunung Dukono yang berstatus level II atau waspada itu tercatat telah mengalami erupsi sebanyak 36 kali dalam satu tahun terakhir sejak 1 Januari hingga 29 Desember 2023.
Berdasarkan pengamatan kegempaan yang dilakukan oleh PVMBG periode pukul 00.00 hingga 24.00 WIT, Kamis (28/12), Gunung Dukono tercatat ada 45 kali gempa letusan dengan amplitudo 4 hingga 34 milimeter, dengan lama gempa 30,81 sampai 60,11 detik.
Kemudian, ada 12 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 4 sampai 34 milimeter dengan lama gempa 58,9 hingga 134,31 detik, dan 1 kali gempa tremor menerus dengan amplitudo dominan 2 milimeter.
Gunung Dukono memiliki ketinggian 1.335 meter atau 4.380 kaki. Permukiman terdekat berada pada jarak 11 kilometer dari puncak gunung api tersebut.
Gunung Dukono berada sekitar 14 kilometer di sebelah barat daya Kota Tobelo, yang merupakan wilayah dengan permukiman paling padat di Halmahera Utara.
Aktivitas letusan Gunung Dukono adalah hal yang biasa bagi penduduk setempat, mengingat sejarah panjang letusan menerus gunung api tersebut.
Karakteristik erupsi gunung api tersebut bersifat eksplosif dan efusif yang menghasilkan abu, lontaran batu pijar, aliran piroklastika, dan aliran lava.
