Gunung Dukono Erupsi Bikin 20 Pendaki-Porter Terjebak: 3 Meninggal, 5 Luka
·waktu baca 2 menit

Gunung Api Dukono di Halmahera Utara erupsi pada Jumat (8/5). Akibatnya, ada sejumlah pendaki yang luka-luka bahkan tewas akibat erupsi tersebut.
Berikut kumparan rangkum sejumlah fakta dari erupsi gunung tersebut.
BNPB: 5 Pendaki Luka-luka Akibat Erupsi Gunung Dukono
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan erupsi terjadi pada pukul 07.41 WIT. Lima orang pendaki dilaporkan mengalami luka-luka akibat erupsi gunung ini.
"Sedikitnya lima orang pendaki mengalami luka-luka dan saat ini masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan," kata Abdul Muhari dalam keterangannya, Jumat (8/5).
Pihak petugas gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) masih terus melakukan pendataan.
"Hasil pengamatan menunjukkan kolom erupsi berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan tinggi mencapai sekitar 10 ribu meter. Erupsi juga disertai dentuman lemah hingga kuat. Aktivitas kegempaan terekam pada sismogram dengan amplitudo maksimum 34 mm dan durasi 967,56 detik," ujarnya.
Gunung Dukono Meletus: 20 Pendaki Terjebak, Termasuk 9 WN Singapura
Sebanyak 20 pendaki dilaporkan terjebak setelah Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Maluku Utara, meletus pada Jumat (8/5) pagi.
"Kami telah mengerahkan puluhan personel, termasuk kepolisian, untuk mencari 20 pendaki yang terjebak akibat erupsi," kata Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani.
Proses pencarian ini setelah Basarnas Command Center (BBC) menerima adanya deteksi sinyal darurat (SOS) dari perangkat Garmin pada titik koordinat 1°42'13.7"N 127°52'50.2"E.
"Menindaklanjuti insiden darurat tersebut, Kepala Desa Mamuya secara resmi meminta bantuan SAR untuk proses evakuasi para korban," jelas Iwan.
Update Erupsi Gunung Dukono: 15 Pendaki Selamat, 3 Lainnya Meninggal Dunia
Sebanyak 15 pendaki Gunung Api Dukono di Halmahera Utara dinyatakan selamat.
"Sebanyak 15 pendaki yang berhasil turun dalam kondisi selamat. Sementara itu, 3 pendaki di atas dinyatakan meninggal dunia. Sementara dua orang porter selamat," Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, kepada kumparan, Jumat (8/5).
Sedangkan tiga orang pendaki yang berada di atas gunung dinyatakan meninggal dunia.
"Total 15 orang yang sudah turun saat ini dirawat di pos pengamatan oleh tim Dinas Kesehatan. Kondisinya luka ringan," imbuhnya.
