Gunung Dukono Meletus: 2 Pendaki WNA Tewas, 1 Hilang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Maluku Utara, meletus pada Jumat (8/5) pukul 07.41 WIT. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Maluku Utara, meletus pada Jumat (8/5) pukul 07.41 WIT. Foto: Istimewa

Dua Warga Negara Asing (WNA) dikabarkan meninggal dunia di puncak Gunung Dukono, Halmahera Utara, diduga karena terdampak letusan, Jumat 8 Mei 2026.

Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlicson, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya korban jiwa saat erupsi Gunung Dukono.

“Laporan dari BPBD terdapat 2 korban meninggal dunia, keduanya merupakan WNA,” jelas Erlicson.

Korban meninggal dunia yang dilaporkan bernama Sahnaz dan Timo, diduga WN Singapura. Selain itu, ada satu korban yang dinyatakan hilang.

Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara, meletus 8 Mei 2026. Foto: Google Mps

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Dukono, Bambang Sugiono, menegaskan bahwa pihaknya telah melarang aktivitas pendakian sejak 17 April 2026 karena status aktivitas gunung yang terus meningkat.

"Kami sudah tidak mengizinkan adanya pendakian ke kawasan kawah Gunung Dukono. Untuk saat ini pendakian ke area kawah dengan radius 4 kilometer masih ditutup," ucap Bambang.

Diduga Pendaki Tak Lapor

Bambang menduga para pendak naik tanpa melapor ke pos pemantauan sehingga jumlah pasti rombongan yang berada di kawasan puncak hingga kini belum diketahui.

"Waktu mereka naik itu tidak melapor ke kami di pos, sehingga kami tidak mengetahui berapa jumlah pendaki yang berada di atas," katanya.

Bambang mengatakan informasi terkait korban meninggal dunia diperoleh dari laporan sejumlah rekan korban dari kawasan puncak dalam kondisi panik dan trauma.

Tim SAR Cari Korban Hilang dan Evakuasi Jenazah

Hingga kini Tim SAR gabungan bersama aparat TNI-Polri dan relawan saat ini masih bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian korban hilang sekaligus proses evakuasi terhadap dua jenazah pendaki yang dilaporkan tewas.

Peristiwa ini kembali menjadi alarm keras atas bahaya aktivitas pendakian ilegal di kawasan gunung api aktif, terlebih saat status vulkanik meningkat dan larangan resmi telah dikeluarkan pihak berwenang.

Peta kawasan rawan bencana Gunung Dukono per 8 Mei 2026. Foto: Dok. PVMBG

Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Maluku Utara, meletus pada Jumat (8/5). Letusan yang terjadi pukul 07.41 WIT tersebut melontarkan kolom abu vulkanik setinggi 10.000 meter (10 km) dari atas puncak.

Erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum 34 mm dan durasi mencapai 967 detik, disertai suara dentuman lemah hingga kuat.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada Jumat (8/5) melaporkan bahwa kolom abu berwarna gelap tersebut condong bergerak ke arah utara. Kondisi ini menempatkan wilayah permukiman penduduk dan Kota Tobelo dalam risiko tinggi terpapar hujan abu vulkanik.

Gunung Dukono merupakan gunung api tipe strato dengan ketinggian 1.087 meter di atas permukaan laut.