Gunung Dukono Meletus, Lontarkan Abu Setinggi 10 Km ke Angkasa
·waktu baca 2 menit

Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Maluku Utara, meletus pada Jumat (8/5). Letusan yang terjadi pukul 07.41 WIT tersebut melontarkan kolom abu vulkanik setinggi 10.000 meter (10 km) dari atas puncak.
Erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum 34 mm dan durasi mencapai 967 detik, disertai suara dentuman lemah hingga kuat.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada Jumat (8/5) melaporkan bahwa kolom abu berwarna gelap tersebut condong bergerak ke arah utara. Kondisi ini menempatkan wilayah permukiman penduduk dan Kota Tobelo dalam risiko tinggi terpapar hujan abu vulkanik.
"Aktivitas erupsi magmatik eksplosif terpantau sangat intensif sejak akhir Maret lalu. Masyarakat diharapkan waspada terhadap gangguan kesehatan dan transportasi akibat sebaran abu," tulis laporan PVMBG.
Dilarang Beraktivitas di Radius 4 Km
Hingga saat ini, Gunung Dukono masih berada pada Status Level II (Waspada). Masyarakat dan wisatawan dilarang keras beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang.
Selain ancaman material vulkanik, warga juga diperingatkan untuk mewaspadai potensi banjir lahar dingin di sepanjang aliran Sungai Mamuya, Sungai Mede, dan Sungai Tauni, terutama saat turun hujan lebat.
Pemerintah daerah melalui BPBD diimbau terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Dukono untuk memantau perkembangan aktivitas secara berkala. Masyarakat diminta tetap tenang namun tetap menyiapkan masker sebagai langkah proteksi dini.
Gunung Dukono merupakan gunung api tipe strato dengan ketinggian 1.087 meter di atas permukaan laut.
