Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran hingga Jarak 1,2 Kilometer

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aktivitas guguran awan panas kecil Gunung Merapi terlihat dari Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah. Foto: Antara/Aloysius Jarot Nugroho
zoom-in-whitePerbesar
Aktivitas guguran awan panas kecil Gunung Merapi terlihat dari Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah. Foto: Antara/Aloysius Jarot Nugroho

Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran, Kamis (20/6). Bedasarkan laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, jarak luncur awan panas mencapai 1.200 meter ke arah hulu Kali Gendol.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Kaliurang, Lasiman membenarkan awan panas guguran terjadi pagi ini. "Awan panas guguran terjadi pukul 09.17 WIB," kata Lasiman saat dihubungi.

Durasi awan panas guguran pada pagi ini mencapai 120 detik. Sementara awan panas guguran tersebut tercatat dalam seismogram dengan amplitudo 75 mm. Artinya, status Gunung Merapi masih berada di level II atau waspada.

Sebelumnya, Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan, status waspada Gunung Merapi bertahan lama lantaran laju magma Merapi ke permukaan bergerak pelan.

Lambatnya laju magma tersebut juga membuat ekstrusi atau keluarnya magma atau lava ke permukaan bumi juga lambat.

“Kenapa lama begitu (status waspada)? Karena lajunya, laju magma menuju ke permukaan ini sangat pelan jadi ekstrusinya juga lambat. Kecepatannya juga sangat pelan,” kata Hanik.

Peningkatan aktivitas Merapi ini membuat BPPTKG mengeluarkan rekomendasi agar warga mengosongkan area radius 3 km dari puncak Gunung Merapi, sehingga tidak ada aktivitas penduduk. Masyarakat diimbau tetap tenang namun selalu mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.