Gunung Merapi Keluarkan Guguran Lava Pijar di Sisi Barat Daya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Asap solfatara keluar dari kubah lava Gunung Merapi terlihat dari Srumbung, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (30/6/2023). Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
zoom-in-whitePerbesar
Asap solfatara keluar dari kubah lava Gunung Merapi terlihat dari Srumbung, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (30/6/2023). Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) teramati mengeluarkan guguran lava pijar, pada Minggu (16/7) malam.

Dalam rekaman kamera pemantau, guguran itu mengarah ke Sisi Barat Daya Gunung Merapi. Aktivitas guguran ini terekam sekitar pukul 21.52 menit dan durasinya sekitar 5 menit.

"Terjadi guguran, namun secara visual, jarak dan arah guguran tidak teramati," demikian laporan hasil pemantauan di situs resmi Magma Indonesia Kementerian ESDM, Senin (17/7).

Magma Indonesia juga mencatat 27 aktivitas gempa guguran dan 3 kali gempa Hybrid/Fase Banyak.

X post embed

Sampai saat ini tingkat aktivitas Gunung Merapi tetap di level III atau siaga.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya yaitu Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak dan Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Lalu, pada sektor tenggara potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Apabila terjadi letusan eksplosif maka lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.