Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 1,7 Kilometer Pagi Ini

Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali mengeluarkan awan panas guguran pada Kamis (2/7) pagi.
"Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi Kamis, 02/07/2026, pukul 06:01 WIB," tulis keterangan resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
Jarak luncur awan panas guguran pagi ini mencapai 1,7 kilometer dan mengarah ke barat daya.
"Estimasi jarak luncur 1.700 meter dengan amplitudo maks 30,75 mm durasi 139,58 detik mengarah ke barat daya (hulu Kali Krasak)," jelasnya.
Sebelumnya, Merapi juga mengeluarkan awan panas guguran sejauh 2 kilometer pada Rabu (1/7) siang.
Potensi bahaya dari status ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya yaitu Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak dan Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Lalu, pada sektor tenggara potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Apabila terjadi letusan eksplosif maka lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.
Pendakian Merapi Masih Ditutup
Pendakian Gunung Merapi saat ini masih ditutup. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) kembali mengingatkan potensi bahaya Gunung Merapi saat ini.
"Kami ingin menegaskan kembali bahwa aktivitas pendakian di Gunung Merapi saat ini sangat tidak disarankan demi keselamatan. Apabila terjadi erupsi eksplosif, lontaran material vulkanik dapat terlempar hingga mencapai radius 3 kilometer dari puncak," kata Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso dikonfirmasi wartawan, Rabu (1/7).
Jangkauan lontaran material jika terjadi erupsi eksplosif bisa mencakup area yang selama ini jadi jalur maupun batas akhir pendakian.
"Sehingga sangat mengancam nyawa siapa pun yang berada di zona tersebut," katanya.
