Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 1,8 Km Selasa Pagi

Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta kembali mengeluarkan awan panas guguran, Selasa (13/4) pagi. Dari catatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) awan panas guguran terjadi 3 kali dalam kurun waktu pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.
"Teramati 3 kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimal 1.800 meter ke arah barat daya," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida, Selasa (13/4).
Awan panas guguran pertama terjadi pukul 02.35 WIB. Awan panas itu tercatat di seismogram dengan amplitudo 31 mm dan durasi 92 detik. Jarak luncur dari puncak ke bawah adalah 1.300 meter ke arah barat daya.
Awan panas guguran kedua terjadi pukul 04.28 WIB dengan jarak luncur 1.000 meter ke arah barat daya. Dan awan panas ketiga pukul 04.47 WIB dengan jarak luncur 1.800 meter ke arah barat daya.
Selain awan panas guguran, BPPTKG juga mencatat adanya guguran lava pijar. Total pada periode pengamatan tersebut ada belasan kali awan panas guguran.
"Teramati 15 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.000 meter ke arah barat daya dan 2 kali dengan jarak luncur maksimal 400 m ke arah tenggara," ujarnya.
Sampai saat ini BPPTKG masih menetapkan status Merapi pada tingkat Siaga (Level III).
Rekomendasi potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya dan tenggara.
Untuk selatan-barat daya meliputi Kali Boyong, Kali Bedog, Kali Krasak, Kali Bebeng, dan Kali Putih sejauh maksimal 5 kilometer dari puncak Merapi. Kemudian sektor tenggara yaitu Kali Gendol sejauh maksimal 3 kilometer.
Sementara lontaran material vulkanik apabila terjadi letusan eksplosif diperkirakan dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.
