kumparan
9 November 2019 8:24

Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Setinggi 1.500 Meter

Gunung Merapi
Gunung Merapi Semburkan Awan Panas Setinggi 3.000 meter. Foto: dok. Istimewa
Gunung Merapi di perbatasan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, mengeluarkan awan panas, Sabtu (9/11) pagi. Kolom letusan terpantau setinggi 1.500 meter.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Sleman, Gunung Merapi mengeluarkan awan panas sekitar pukul 06.21 WIB.
"Awan panas letusan tercatat di seismogram dengan amplitudo max 65 milimeter dan durasi ± 160 detik. Kolom letusan setinggi 1.500 meter dari puncak condong ke Barat," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman, Makwan, di Sleman, seperti dilansir Antara.
Menurut dia, awan panas tersebut tidak menimbulkan hujan abu di wilayah Kabupaten Sleman.
"Arah angin ke Barat, tidak ada hujan abu di wilayah Kabupaten Sleman," ujarnya.
Meski demikian, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Sleman langsung melakukan pantauan dampak awan panas di wilayah Kalitengah Lor, Desa Glagaharjo, dan Dusun Kaliadem, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan.
"Begitu juga di kawasan Kaliurang dan Turgo di Kecamatan Pakem dan Desa Tunggularum di Kecamatan Turi semua masih aman terkendali," katanya.
Aktivitas, Gunung Merapi, Jawa Tengah
Aktivitas Gunung Merapi terlihat dari Deles Indah, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah. Foto: Antara/Aloysius Jarot Nugroho
Makwan mengatakan, status Gunung Merapi saat ini masih waspada, sejak 21 Mei 2018.
ADVERTISEMENT
"Rekomendasi jarak aman untuk aktivitas warga tetap tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi," lanjutnya.
Ia menyebutkan masyarakat juga dapat memantau perkembangan aktivitas Gunung Merapi melalui aplikasi Lapor Bencana Sleman yang dapat diunduh di Google Play.
"Di aplikasi tersebut juga dapat diketahui jarak aman pengguna aplikasi dengan Gunung Merapi," katanya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan