Gunung Merapi Siaga, 14 Tambang Pasir di Lereng Ditutup

Status Gunung Merapi telah meningkat dari Waspada atau level II menjadi Siaga atau level III sejak Kamis (4/11) lalu. Pemerintah setempat juga menetapkan status tanggap darurat dan ratusan warga sudah diungsikan ke lokasi-lokasi yang lebih aman.
Dengan kenaikan status Gunung Merapi ini, Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) juga merekomendasikan sejumlah penambangan pasir di lereng Merapi untuk ditutup sementara.
Rekomendasi ini pun telah dijalankan Pemerintah Kabupaten Sleman. Sekda Sleman, Harda Kiswoyo, menuturkan pihaknya telah menutup 14 tambang pasir di sungai yang ada di lereng Merapi.
"Semuanya sudah dihentikan. Walaupun itu dasarnya informasi dari BPPTKG kan kondisi seperti ini diminta dengan sadar menghentikan dan sudah laporan dari pak Camat," kata Harda kepada wartawan, Sabtu (7/11).
"Ada 14 tambang. Di Kali gendol 13. Kali Kuning 1," imbuhnya.
Sementara itu, terkait jalanan yang rusak di sekitar Merapi, ia memastikan dinas terkait mulai melakukan penambalan untuk sementara waktu. Sehingga, diharapkan bisa memudahkan proses evakuasi warga.
"Jalan rusak sudah mulai dibenahi hari ini mulai pengecoran. Kalau titiknya berapa saya tidak sampai detail, yang penting jalur evaluasi pastikan bagus," jelas dia.
Dengan ditetapkannya status Tanggap Darurat Merapi, Pemkab Sleman akan memanfaatkan Dana Tak Terduga (DTT) sekitar Rp 32 miliar. Dana ini akan digunakan untuk mempersiapkan kebutuhan penanganan selama masa tanggap darurat.
"Anggaran Rp 32 miliar kita sudah siap," tutup Harda.
Pemerintah Kabupaten Sleman menetapkan status Tanggap Darurat Gunung Merapi menyusul status gunung yang naik menjadi Siaga atau level III. Status tanggap darurat Gunung Merapi ini ditetapkan pada 5-30 November 2020.
