Gunung Merapi Sudah 9 Kali Keluarkan Awan Panas Sejak 4 Januari 2021

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gunung Merapi erupsi efusif. Foto: ANTARA FOTO/Anis Efizudin
zoom-in-whitePerbesar
Gunung Merapi erupsi efusif. Foto: ANTARA FOTO/Anis Efizudin

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melaporkan Gunung Merapi yang terletak di Klaten Boyolali Magelang, Jateng dan Kabupaten Sleman, DIY kembali erupsi sejak 4 Januari 2021.

Sampai dengan hari ini, Rabu, (20/1), terhitung sudah 9 kali Merapi mengeluarkan awan panas. Pada 7 Januari sebanyak empat kali. Kemudian di rentang tanggal 9, 13, dan 16 Januari sebanyak dua kali dan terakhir pada 18 Januari 2021.

Namun, erupsi yang terjadi tidak bersifat eksplosif, melainkan efusif yaitu magma keluar dari lubang kepundan tanpa disertai ledakan. Saat erupsi, terjadi guguran lava dan awan panas sejauh maksimal 800 m dan dominasi luncuran sekitar 500 m.

"Status siaga perlu ditetapkan untuk memberi waktu yang cukup kepada masyarakat agar mengantisipasi bahaya erupsi yang akan terjadi," kata tim peneliti Badan Geologi dalam laporan tertulis yang dikutip kumparan, Rabu (20/1).

Saat ini, potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas pada sektor Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau sejauh maksimal 3 km dari puncak.

==

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona