Guru Agama di Batang Cabuli Siswi di Musala hingga Ruang Kelas

1 September 2022 21:24
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tersangka pencabulan berinisal AM, saat mengikuti rekonstruksi awal. di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Tersangka pencabulan berinisal AM, saat mengikuti rekonstruksi awal. di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah menggelar rekonstruksi kasus pencabulan oknum guru agama di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
ADVERTISEMENT
Hasilnya, ada 3 tempat yang menjadi lokasi pencabulan AM terhadap puluhan siswinya. Proses rekonstruksi awal itu berlangsung selama dua jam. Ada 3 lokasi tempat pencabulan, yakni ruang Osis, ruang kelas di lantai dua dan musala sekolah.
Direskrimum Polda Jateng Kombes Djuhandani Rahardjo Puro mengatakan polisi akan terus bekerja sama untuk mengungkap kasus pencabulan ini.
"Kami direktorat reserse kriminal umum terus bekerja sama dengan Polres Batang untuk menelusuri sejauh mana perbuatan tentang laporan tindak pidana pencabulan dan persetubuhan ini," ujar dia di lokasi rekonstruksi, Kamis (1/9).
Tersangka pencabulan berinisal AM, saat mengikuti rekonstruksi awal. di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Tersangka pencabulan berinisal AM, saat mengikuti rekonstruksi awal. di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Foto: Dok. Istimewa
Meski belum dapat membeberkan dengan detail, namun ia meyakini jika korban oknum guru PNS itu lebih dari 7 orang.
"Dari pelaku mengakui ada puluhan korban, baik perlakukan asusila berupa pencabulan ataupun perbuatan persetubuhan," jelas dia.
ADVERTISEMENT
Rekonstruksi ini juga menghadirkan tersangka pencabulan. Polisi juga mengamankan beberapa barang bukti termasuk formulir OSIS yang digunakan pelaku untuk mengelabui korban. Pelaku diketahui guru sekaligus pembina OSIS.
"Tentu saja kami akan melakukan pendalaman lebih lanjut. Ini baru progres awal dan ini kami melaksanakan rekonstruksi awal kepada pelaku," imbuh dia.
Djuhandani meminta agar masyarakat tidak melakukan upaya balas dendam. Ia berharap kegiatan belajar di sekolah ini juga dapat berlangsung dan terjaga.
Tersangka pencabulan berinisal AM, saat mengikuti rekonstruksi awal. di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Tersangka pencabulan berinisal AM, saat mengikuti rekonstruksi awal. di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Foto: Dok. Istimewa
"Kepada warga masyarakat untuk tidak gelisah, tidak usah melakukan upaya balas dendam dan lain sebagainya. Percayakan kami penyidik khususnya dengan Kapolres Batang akan terus melakukan pengawalan proses hukum yang maksimal," kata Djuhandani.
Diberitakan sebelumnya, seorang guru agama SMP di Gringsing Batang Jawa Tengah ditangkap polisi lantaran mencabuli siswinya. Meski baru ada 7 korban yang melapor polisi menduga masih ada banyak korban lainnya.
ADVERTISEMENT
Kasus ini pertama kali mencuat melalui media sosial. Seorang warganet menggugah foto wajah terduga guru cabul tersebut lengkap dengan keterangannya.
"Guru agama di Gringsing adalah pelaku pencabulan dan pelecehan seksual terhadap 36 siswi, banyak yang lagi belum berani speak up tandai orangnya, jangan sampai masuk ke sekolah kalian!," tulis warganet di akun media sosialnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·