Guru Besar UGM yang Diduga Hina Ade Armando Angkat Bicara: Hanya Bercanda
ยทwaktu baca 4 menit

Guru Besar FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Karna Wijaya menjadi pembahasan publik karena unggahan yang dia buat di Facebook. Dalam unggahan yang kemudian tersebar di Twitter itu, Karna diduga menghina insiden pengeroyokan yang dialami dosen Universitas Indonesia Ade Armando.
Karna pun angkat bicara terkait kehebohan ini. Menurutnya, dia hanya sebatas bercanda dalam unggahannya di Facebook. Karna sendiri juga telah dimintai keterangan oleh rektor dan Dekan FMIPA terkait persoalan ini.
"Saya memposting sesuatu yang sebetulnya hanya gojekan (bercanda) saja ya," kata Karna ditemui wartawan di Gedung Rektorat UGM, Senin (18/4).
Dijelaskan Karna, bahwa sebenarnya komentar Ade Armando selama ini juga disebutnya lebih sadis.
Selain itu, Karna menjelaskan bahwa dia juga kerap berkomentar bermacam hal di Facebooknya. Mulai dari soal kejahatan jalanan, ekonomi dan lain sebagainya. Namun postingan itu tidak digoreng oleh pihak lain.
"Ada kasus yang lain misalnya begal (yang turut Karna komentari di Facebook). Ada kasus sosial politik yang lain, ekonomi, yang juga ada di situ tetapi tidak digoreng pihak yang lain. Yang digoreng hanya (soal) Ade Armando saja," bebernya.
Lanjutnya, postingan tersebut menurut Karna diunggah ulang oleh seseorang ke Facebook Kagama Virtual, yang mana Karna tidak aktif di situ. Dia baru tahu setelah ada teman-temannya yang memberitahu.
"Tetapi, teman-teman yang ada di situ pada memberikan laporan kepada saya 'loh postingan kamu kok di-share, terlihat seperti diedit, ada kata-kata seperti disembelih'. Padahal kata disembelih itu berasal dari statement di lain, bukan konteks Ade Armando," katanya.
Dugaan Karna, orang yang mengunggah tangkapan layarnya ke grup FB itu berinisial JS. Hanya saja dia tidak punya bukti kuat karena unggahan milik Karna telah dihapus setelah muncul kegaduhan ini.
"Saya kira, saya tidak punya bukti ya. Karena waktu itu, ketika kegaduhan itu terjadi, Pak Dekan meminta saya buat menghapus. Jadi saya lupa screenshot juga," katanya.
Karna sendiri tidak tahu apa maksud JS menggunggah tangkapan layar status Karna. Apakah orang tersebut ingin membuat kegaduhan atau kebencian kolektif kepada kepada Karna, dia pun belum mengetahui pasti.
"Nah, seandainya dia tersinggung, dia bukan friend saya juga di FB. Saya tidak kenal orang itu juga. Sayangnya, saya memang tidak menyetting akun FB saya private. Jadi privacy-nya tidak saya set ke private," katanya.
Di sisi lain, Karna mengakui bahwa dia tidak menggunakan diksi atau pemilihan kata yang tepat dalam komentarnya. Sehingga menimbulkan persepsi yang berbeda.
"Karena, bukan bahasa komunikasi verbal langsung. Ada pihak lain yang menangkap diksi saya itu, pemilihan kata-katanya dengan persepsi yang berbeda. Saya minta maaf untuk itu," katanya.
Karna juga menanggapi soal postingan kolase foto sejumlah tokoh termasuk foto Ade Armando yang diberi tanda silang. Dia mengatakan, dirinya mengunggah foto itu dalam konteks bercanda. Foto itu juga berasal dari postingan grup WA.
"Itu saya ambil dari postingan lain ya. Bukan saya yang menyusun dari WA group itu. Dicicil massa itu sebenarnya guyonan. Saya mengekspresikan itu wajar saja. Tidak ada maksud politik ya, kalau mau dikaitkan politik ya monggo," katanya.
"Saya itu sebenarnya termasuk klitih dan lain sebagainya juga saya berikan komentar. Itu pun sebenarnya juga tidak ada (unsur) penghinaan menurut persepsi kami ya," jelasnya.
Terlepas dari hal ini, Karna juga turut menyampaikan permintaan maaf lantaran telah menimbulkan kegaduhan. Terlebih lagi UGM sampai ikut terseret dalam persoalan ini.
"Jadi, sekali lagi, kalau statement ini menimbulkan kegaduhan saya sekali lagi mohon maaf pada publik. Dan ini sedang diproses di UGM," ucapnya.
Kabag Humas dan Protokol UGM Dina W Kariodimedjo menjelaskan bahwa hari ini Karna telah dimintai keterangan oleh Rektor, Wakil Rektor bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Dekan FMIPA. Hasil permintaan keterangan ini akan diserahkan dan ditindaklanjuti oleh Dewan Kehormatan Kampus (DKU) UGM.
"Selanjutnya, kasus ini akan diserahkan untuk diperiksa dan ditindaklanjuti oleh Dewan Kehormatan Universitas Gadjah Mada. Proses selanjutnya kita menunggu hal-hal tersebut," kata Dina.
Sebelumnya, unggahan yang diduga menghina Ade Armando itu ditulis Karna Wijaya di Facebooknya. Kemudian oleh warganet unggahan Karna itu di-screenshot dan ramai jadi pembahasan di Twitter.
"GARA-GARA PARA LAMBE TURAH, jadi gaduh di mana-mana dan berakhir setengah bugil ditelanjangi massa," tulis salah satu postingan Karna.
"Yang nemu celananya jangan lupa dikembalikan ya, mau dipakai ngajar," tulis postingan lain dari Karna.
