Guru Ngaji Anggap Isu Agama Dimunculkan karena Iri Prestasi Jokowi

kumparanNEWSverified-green

clock
Guru ngaji Jokowi, Abdul Karim Ahmad. Foto: Moh Fajri/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Guru ngaji Jokowi, Abdul Karim Ahmad. Foto: Moh Fajri/kumparan

Guru mengaji Joko Widodo (Jokowi), Abdul Karim Ahmad, menyayangkan masih ada pihak-pihak yang meragukan ke-Islaman eks Wali Kota Solo itu. Abdul menganggap, isu ke-Islaman itu diangkat karena iri dengan prestasi yang dibuat Jokowi, khususnya selama menjabat sebagai presiden.

“Menurut pengamatan saya isu-isu semacam itu masih berkembang ya karena satu penyakit, penyakitnya iri. Iri dengan prestasi yang telah diraih oleh beliau,” kata Abdul usai diskusi Islam Kaffah Ala Jokowi di Cikini, Jakarta, Minggu, (10/3).

Presiden Jokowi saat jadi Imam Salat di Pondok Pesantren, Darul Ulum, Jombang. Foto: Presidential Palace/Agus Suparto

Jokowi, kata Abdul Karim, selama belajar agama merupakan sosok yang baik. Ia mengungkapkan banyak mengajarkan Jokowi mengenai hukum-hukum dalam Islam. Sehingga ia mengetahui betul ke-Islaman Jokowi. Untuk itu, ia meminta masyarakat tidak usah meragukan ilmu agama Jokowi.

“Saya ngajar beliau tentang hukum-hukum (Islam) ya. Jadi kalau beliau tanya tentang hukumnya salat, caranya salat, caranya haji, manasik haji dia aktif, tapi kalau guru Qur'annya saya juga mengikuti mengajar tapi sedikit,” ujar Abdul.

Namun, Abdul meminta masyarakat tidak menyamakan kemampuan agama Jokowi dengan santri di pesantren.

“Kalau ngajinya Pak Jokowi itu baik, tetapi baiknya Pak Jokowi jangan disamakan dengan santri di pesantren, cukup untuk memenuhi syarat untuk salat. (Bacaan) Fatihahnya bagus, surat-surat pendeknya juga bagus, Yasin beliau mampu,” terang Abdul.