Guru SD Medan yang Diduga Pukul 10 Murid Imbas Tak Kerjakan PR Mengundurkan Diri

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi PNS. Foto: AgungKurnia Yunawan/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi PNS. Foto: AgungKurnia Yunawan/Shutterstock

Guru Bahasa Inggris yang diduga melakukan kekerasan terhadap muridnya karena tidak mengerjakan tugas selama dua Minggu telah mengundurkan diri.

Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Mujiono, mengatakan bahwa guru dari SD Negeri 060807 Kota Medan tersebut telah resmi mengundurkan diri.

"Guru tersebut sudah fix (pasti) mengundurkan diri," kata Mujiono saat dikonfirmasi, Rabu (2/9).

Mujiono menuturkan, pihaknya juga telah mengeluarkan surat peringatan berupa teguran terhadap pihak sekolah agar kejadian tak terulang kembali.

"Dinas Pendidikan sudah membuat surat teguran kepada kepala sekolah," ujar Mujiono.

Mujiono menambahkan, pihaknya telah berupaya melakukan mediasi antara pihak sekolah dengan orang tua muridnya. Namun, orang tua tidak menghadiri pertemuan tersebut.

"Orang tuanya enggak mau datang. Anak-anak sudah normal, yang penting anak-anak ini jangan sampai jadi trauma. Sebelumnya, orang tua sudah memaafkan. Cuma dari segi administrasi kepala sekolah kan harus tegur juga peringatan supaya engga terjadi lagi hal-hal seperti ini," ucap Mujiono.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Mujiono menyebut guru itu diduga melakukan kekerasan dengan memukul buku di bahu siswa dan menghukum muridnya dengan squat jump.

"Squat jump, kalau pemukulan dengan buku di bahu siswa dari pengakuan guru tersebut," imbuh Mujiono.

Sebelumnya, dugaan kekerasan terhadap murid terjadi di lingkungan sekolah dasar di SD Negeri 060807 di Jalan Halat, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, pada Kamis (20/8).

Dinas pendidikan menerima laporan orang tua 10 murid tersebut terkait dugaan kekerasan yang dilakukan oleh seorang guru. Namun, tidak ada murid yang mengalami luka.

Guru itu diduga melakukan pemukulan karena para muridnya tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR) selama dua minggu terakhir.

"Guru masuk ke ruang kelas pertanyakan mana itu tugas. Jadi, namanya dia sebagai seorang guru, tidak ada ditampilkan anak-anak itu. Mau minta tugas tadi, sudah dua minggu enggak selesai-selesai, disuruh pompa (squat jump)," kata Kepala Sekolah SD Negeri 060807, Adiana, Rabu (26/8).