Gus Hayat Kenang Nasihat Mbah Moen: Orang Islam Jangan Galak-galak

Berpulangnya KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) di Makkah, Arab Saudi, meninggalkan duka mendalam bagi ribuan santrinya. Kenangan akan petuah dan ilmu-ilmu yang Mbah Moen sampaikan tidak terlupakan oleh mereka.
Tidak terkecuali Hayatullah Maki atau Gus Hayat. Selama melaksanakan umrah di Masjidil Haram, Gus Hayat adalah orang yang menemani Mbah Moen tawaf dan sai. Menurut Hayat, Mbah Moen telah memberikan banyak sekali pesan kepada dirinya, namun ada satu yang selalu diingatnya.
"Jadi orang Islam itu, kata Mbah Moen, jangan galak-galak. Orang itu harus penuh kasih sayang. Allah memiliki sifat Ar Rahman, sifat kasih sayang, agar dicontoh umat manusia," kata Hayat menirukan pesan Mbah Moen, kepada kumparan di Makkah, Rabu (7/8).
"Kalau kita memiliki sifat kasih sayang, apa pun akan terselesaikan dengan baik," lanjut Hayat.
Hayat mengenang sosok Mbah Moen sebagai seseorang yang sangat cinta kepada Indonesia.
"Beliau sangat Merah Putih sekali," kata Hayat.
Mbah Moen meninggal dunia di Makkah pada Selasa (6/8). Pemimpin pondok pesantren Al Anwar, Sarang, Rembang, ini meninggal saat menjalankan rangkaian ibadah haji. Mbah Moen yang meninggal di usianya yang ke-90 tahun, merupakan sosok ulama kharismatik dan disegani.
Tak hanya luhur dalam ilmu agama, ia juga dikenal sebagai politikus senior. Mbah Moen yang dimakamkan di Ma'la adalah Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Jadi orang Islam itu, kata Mbah Moen, jangan galak-galak.
Gus Hayat
Menurut Gus Hayat, selama di Makkah, Mbah Moen tidak hentinya menerima tamu. Di saat seperti itulah, kata dia, Mbah Moen terus mengajar santri-santrinya itu. Kebaikan-kebaikan lain juga ditunjukkan Mbah Moen seperti yang dituturkan Gus Hayat.
"Mbah itu tidak pernah berhenti mengajar para santrinya, beliau selalu ngaji karena tamunya banyak," kata Hayat.
"Hal penting yang saya lihat dari perjalanan Semarang, Jakarta, Makkah, sedekahnya tidak pernah berhenti, beliau selalu sedekah kepada siapa pun. Bahkan tamu yang hadir ke situ selalu disuguhi makanan," lanjut Hayat.
