Gus Ipang Prakarsai Acara 'Satu NU Satu Bangsa', Ajak Gus Yahya hingga Rais Aam
·waktu baca 2 menit

Cicit pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Kiai Hasyim Asy’ari, Irfan Asy’ari Sudirman Wahid atau Gus Ipang, angkat bicara mengenai acara “Satu NU Satu Bangsa Doa untuk Negeri” yang akan digelar pada Jumat (26/12).
Gus Ipang menyebut acara tersebut tidak memiliki kaitan dengan dinamika yang saat ini terjadi di tubuh PBNU.
“[Acara berkaitan dengan dinamika di NU] Nggak benar, Mas. Acara doa bersama ini nggak ada hubungannya dengan apa pun kejadian internal organisasi yang sedang berlangsung,” kata Gus Ipang saat dikonfirmasi, Kamis (25/12).
Gus Ipang menegaskan acara itu murni merupakan tanggung jawab moral warga NU.
“Ini murni ajakan moral,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan acara tersebut awalnya diprakarsai oleh dirinya bersama Gus Miftah dan Gus Kautsar, yang kemudian disambut baik oleh warga NU.
“Kebetulan ide awalnya adalah dari Gus Miftah, Gus Kautsar, dan saya yang concern dengan banyaknya kejadian bencana di negeri ini. Kebetulan langsung disambut baik oleh PBNU,” lanjut dia.
Dalam poster yang diunggah di akun Instagram @gus.miftah dan @ipangwahid, terlihat sejumlah tokoh NU, antara lain Habib Zaidan, KH Anwar Iskandar, KH Miftachul Akhyar, Gus Miftah, Gus Kautsar, KH Zulfa Mustofa, Gus Ipul, Khofifah Indar Parawansa, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya—Ketua Umum PBNU saat ini), KH Imam Jazuli, Gus Salam, dan Gus Ipang.
Gus Ipang menuturkan pihaknya juga berupaya menghadirkan Rais Aam PBNU dan Gus Yahya yang saat ini berada dalam dinamika. Keduanya dijadwalkan akan hadir.
“Tapi kami mencoba menghadirkan kedua pihak yang sedang berdinamika. Insya Allah mereka hadir. Semua di foto ini sudah konfirmasi hadir, kecuali Gus Yahya yang masih menunggu jawaban,” tandasnya.
Sementara itu Gus Yahya belum merespons kumparan yang menanyainya terkait acara tersebut.
