Gus Ipul-Agus Jabo Datangi KPK, Bahas Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul tiba di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul tiba di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang kerap disapa Gus Ipul bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mendatangi Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (8/5).

Wamensos Agus Jabo tiba lebih dahulu di gedung KPK pada pukul 09.13 WIB. Selang sekitar 20 menit kemudian, Gus Ipul menyusul. Keduanya naik mobil listrik dengan stiker “Sekolah Rakyat”.

Gus Ipul mengatakan, kedatangan jajaran Kementerian Sosial itu untuk melakukan konsultasi sekaligus meminta masukan terkait proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Kemensos, termasuk program Sekolah Rakyat yang belakangan menjadi sorotan.

“Saya memang minta waktu untuk bisa melakukan silaturahmi, konsultasi, minta nasihat, sekaligus menyampaikan perkembangan-perkembangan pengadaan barang dan jasa di Kementerian Sosial. Saya datang lengkap bersama Pak Wamen, beserta Sekjen, seluruh Dirjen, dan juga para kepala biro di Kementerian Sosial,” kata Gus Ipul kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (8/5).

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono tiba di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (8/5). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Menurutnya, tidak ada persiapan khusus dalam pertemuan tersebut. Namun, Kemensos ingin memastikan seluruh proses pengadaan berjalan transparan dan tidak tersangkut praktik korupsi.

“Tidak ada persiapan secara khusus, tapi kami akan menyampaikan semua hal yang terkait dengan pengadaan barang dan jasa di Kementerian Sosial. Sekaligus kami minta nasihat, minta masukan, minta kritik dan saran, karena kebetulan kita juga sedang memulai pelaksanaan pengadaan pada tahun 2025,” ujarnya.

Gus Ipul menegaskan pihaknya ingin program strategis Presiden Prabowo Subianto, khususnya penyelenggaraan Sekolah Rakyat, bersih dari praktik korupsi.

“Kita ingin program strategis Bapak Presiden, khususnya penyelenggaraan Sekolah Rakyat, tidak dikotori oleh praktik-praktik korupsi,” ucapnya.

Ia menambahkan, Kemensos sejak awal membuka ruang pengawasan bagi berbagai pihak, mulai dari lembaga pemeriksa hingga masyarakat.

“Oleh karena itu, kami sejak awal sudah menyatakan terbuka dan menyampaikan segala hal yang telah kami lakukan kepada publik maupun kepada lembaga-lembaga pemeriksa seperti BPK atau BPKP, dan juga lembaga-lembaga non-pemerintah untuk bisa ikut mengawasi dan ikut mengawal pelaksanaan pengadaan barang di Kementerian Sosial,” lanjutnya.

Anggaran untuk sepatu siswa dan guru Sekolah Rakyat. Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Laporkan Proses Pengadaan di Kemensos

Sebelumnya, Gus Ipul menyatakan akan menemui pimpinan KPK untuk melaporkan proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Kemensos.

“Kami bersama Pak Wamen, Pak Sekjen akan silaturahmi ke KPK untuk minta nasihat, minta masukan, sekaligus juga kita akan memberikan informasi tentang proses-proses pengadaan di lingkungan Kementerian Sosial,” kata Gus Ipul saat konferensi pers di Kantor Kemensos, Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Isu Sepatu Rp 700 Ribu/Pasang

Menanggapi isu pengadaan sepatu Sekolah Rakyat yang viral di media sosial karena angkanya mencapai Rp 700 ribu sepasang padahal di marketplace di bawah Rp 200 ribu, Gus Ipul juga membentuk tim khusus untuk melakukan penelusuran lebih lanjut.

“Saya menunjuk Pak Wamen dan Pak Irjen untuk melakukan penelusuran, pendalaman, dan melaporkannya minggu depan. Supaya kita bisa lebih jelas mendapatkan gambaran yang lebih utuh tentang isu-isu yang selama ini berkembang di medsos,” ujarnya.

Ia menegaskan seluruh proses pengadaan, termasuk sepatu dan seragam Sekolah Rakyat, dilakukan melalui mekanisme lelang yang transparan.

“Semua sepatu tentu untuk siswa sekolah rakyat, semua seragam tentu untuk siswa sekolah rakyat, dan ada juga yang untuk para guru. Tapi semuanya itu dilakukan dengan proses yang transparan melalui proses lelang yang semestinya,” jelas Gus Ipul.