Gus Ipul Ajak Kepala Daerah Madura Pedomani DTSEN dan Sukseskan Sekolah Rakyat

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat memberikan arahan dalam kegiatan Koordinasi Penyelenggaraan Sekolah Rakyat dan Kesejahteraan Sosial di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Sabtu (27/9/2025).  Foto: Ayub Argyan Atmaja/Biro Humas Kemensos
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat memberikan arahan dalam kegiatan Koordinasi Penyelenggaraan Sekolah Rakyat dan Kesejahteraan Sosial di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Sabtu (27/9/2025). Foto: Ayub Argyan Atmaja/Biro Humas Kemensos

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan pentingnya berpedoman pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dalam penyelenggaraan program serta mengajak para kepala daerah se-Madura untuk menyukseskan program Sekolah Rakyat.

"Jadi dengan data tunggal yang sama ini, kita ingin mempertajam sasaran, lalu setelah itu kita intervensi secara bersama-sama, keroyokan. Kita ingin peningkatan kesejahteraan sosial pulau Madura, khususnya Kabupaten Bangkalan, penurunan kemiskinannya lebih signifikan," kata Gus Ipul usai menghadiri kegiatan Koordinasi Penyelenggaraan Sekolah Rakyat dan Kesejahteraan Sosial di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Sabtu (27/9).

Acara ini turut dihadiri oleh Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Jatim XI Madura Ansari, Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Wakil Bupati Bangkalan Fauzan Jafar, serta Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Sosial dan pilar-pilar sosial dari Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sampang.

Dalam paparannya, Gus Ipul menjelaskan tiga mandat Presiden Prabowo.

"Bapak-Ibu sekalian yang saya hormati, ada tiga prioritas yang dipesankan oleh Bapak Presiden Prabowo, kaitannya dalam mengentaskan kemiskinan," ujarnya.

Pertama adalah konsolidasi data nasional. Gus Ipul mengimbau semua kepala daerah untuk berpedoman pada DTSEN.

"Kita harus sama-sama punya ini, pemahaman yang sama terhadap DTSEN ini dulu," kata Gus Ipul.

Gus Ipul mengatakan DTSEN bersifat dinamis. Pemutakhiran penting dilakukan untuk menjaga keakuratan data.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat memberikan arahan dalam kegiatan Koordinasi Penyelenggaraan Sekolah Rakyat dan Kesejahteraan Sosial di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Sabtu (27/9/2025). Foto: Ayub Argyan Atmaja/Biro Humas Kemensos

"Ingat bahwa setiap hari ada yang lahir, setiap hari ada yang meninggal atau wafat, setiap hari ada yang menikah, setiap hari ada yang pindah tempat, maka itu data ini sangat dinamis sekali," ujarnya.

Gus Ipul mengajak para kepala daerah dan pilar-pilar sosial yang hadir untuk membantu melakukan pemutakhiran data. Pemutakhiran data dilakukan melalui dua jalur, yaitu jalur formal dan partisipatif.

"Maka itu sekarang kita sama-sama ayo memutakhirkan data, saya ingin ngajak kita bantu BPS, BPS tidak bisa sendirian, BPS perlu tangan-tangan sambungan, untuk supaya kita memperoleh data yang lebih valid," ajaknya.

Jalur pemutakhiran formal dilakukan melalui musyawarah di Desa lalu dilanjutkan ke Dinas Sosial. Sedangkan, jalur partisipatif dibuka supaya masyarakat bisa ikut berpartisipasi dalam proses pemutakhiran melalui aplikasi-aplikasi yang telah disediakan seperti Cek Bansos.

"Semua ikut mengawasi dan berpartisipasi, kita buka jalur partisipasi, jalur partisipasi lewat aplikasi namanya Cek Bansos, masukkan, usul, atau sanggah," urainya.

Pemutakhiran diharapkan bisa membuat DTSEN lebih valid sehingga program atau bantuan yang disalurkan bisa tepat sasaran. "Ini terus terang dalam rangka penguatan reformasi penyaluran bansos. Kenapa, karena selama ini, ditengarai banyak bansos yang tidak tepat sasaran," katanya.

Selain mempertajam sasaran, Gus Ipul menekankan pentingnya perubahan paradigma dari pemberian bantuan sosial ke pemberdayaan, mengurangi ketergantungan pada bansos.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat memberikan arahan dalam kegiatan Koordinasi Penyelenggaraan Sekolah Rakyat dan Kesejahteraan Sosial di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Sabtu (27/9/2025). Foto: Ayub Argyan Atmaja/Biro Humas Kemensos

"Maka di era Presiden Prabowo ingin memperkuat pemberdayaannya ini," ujar Gus Ipul.

Pada pertemuan ini, Gus Ipul juga mengajak para kepala daerah untuk menyukseskan program Sekolah Rakyat. Di Bangkalan, pada 30 September mendatang akan diresmikan Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 51 Bangkalan yang mengampu siswa jenjang SD dan SMP

"Mungkin sekarang orang masih ragu, mungkin orang sekarang masih waswas. Tapi setelah Sekolah Rakyat ini operasional, dengan dukungan penuh dari Presiden, pada masa-masa yang akan datang, Insyaallah akan orang mulai berebut untuk Sekolah Rakyat," ungkapnya.

Sekolah Rakyat adalah sekolah gratis berasrama bagi anak-anak dari keluarga miskin yang masuk pada desil 1 dan 2 DTSEN. Gus Ipul menekankan tidak boleh ada titipan dalam rekrutmen siswa Sekolah Rakyat.

"Tapi untuk itu saya ngajak waspada, bahwa yang bisa sekolah di sini tetap adalah mereka-mereka yang di desil satu yang miskin ekstrem dan miskin. Kita harus konsisten di situ. Jangan ada sogok menyogok, jangan ada suap-menyuap, jangan ada titipan-titipan," jelasnya.

Di Sekolah Rakyat tidak hanya diajarkan pelajaran akademik, namun juga ada pelatihan keterampilan dan pendidikan karakter termasuk nilai-nilai keagamaan. Gus Ipul memastikan Sekolah Rakyat khususnya di wilayah Madura akan bekerja sama dengan ulama-ulama dan pengasuh pesantren.

"Kita semua undang untuk ikut mengawal juga pendidikan agamanya," tutupnya.