Gus Ipul Ajak Wisudawan Poltekesos Jadi Agen Perlinsos & Dukung Sekolah Rakyat

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengajak wisudawan Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung memperkuat perlindungan sosial dengan menjadi Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) dan terlibat dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Menurut Gus Ipul, langkah tersebut merupakan bentuk kerja cepat pengamalan Pasal 34 UUD 1945 yang mengamanatkan negara memelihara fakir miskin dan anak telantar, mengembangkan sistem jaminan sosial, serta memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu.
Ajakan itu disampaikan Gus Ipul saat memberikan sambutan pada Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Magister Terapan dan Sarjana Terapan Poltekesos Bandung, Senin (28/9/2026). Sebanyak 372 wisudawan mengikuti prosesi wisuda tersebut.
Gus Ipul mengatakan, lulusan Poltekesos sebagai pekerja sosial berperan penting menjangkau dan mendampingi masyarakat yang membutuhkan. Mulai dari anak terlantar, lansia, disabilitas, korban bencana hingga keluarga prasejahtera.
“Jangan menunggu orang miskin mengetuk pintu kita, kitalah yang harus mengetuk pintu mereka,” kata Gus Ipul.
Untuk memastikan program sosial menjangkau mereka yang membutuhkan, Gus Ipul menekankan pentingnya pemutakhiran data. Kondisi sosial masyarakat terus berubah sehingga data harus diperbarui secara berkala.
“Hari ini ada yang lahir, ada yang meninggal, ada yang menikah, ada yang pindah tempat, ada yang naik kelas, ada yang turun kelas. Maka data harus diperbarui,” ujarnya.
Data yang mutakhir, lanjut Gus Ipul, penting untuk memastikan bansos tepat sasaran. Pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai rujukan dalam mempertajam sasaran program sosial.
“Prinsipnya sederhana, yang berhak jangan sampai tidak menerima, yang tidak berhak jangan terus menerima (bansos). Itulah bansos tepat sasaran.
Karena itu, Gus Ipul mengajak para wisudawan mendukung Gerakan Peduli Tetangga dengan menjadi Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos). Mereka dapat membantu masyarakat mengakses layanan, memperbarui data, serta menyampaikan usul dan sanggah melalui mekanisme yang tersedia.
“Sepulang dari sini, jadilah Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos). Setelah itu mulailah bekerja dari tetangga, bantu mereka mendaftar, bantu memperbaharui data, bantu menyampaikan usul dan sanggah,” kata Gus Ipul.
Namun, Gus Ipul mengingatkan, Agen Perlinsos tidak boleh meminta bayaran, menjanjikan bansos, atau memanipulasi data. Agen hanya membantu masyarakat mengakses dan memperbarui data, sedangkan penentuan kelayakan penerima bantuan dilakukan oleh sistem.
“Saya ajak menjadi relawan. Siapa tahu (dengan) menjadi relawan (dan) membantu keluarga miskin, saudara-saudara sekalian akan mendapatkan tempat terbaik untuk mengabdi,” kata Gus Ipul.
Peran pekerja sosial, kata Gus Ipul, tidak berhenti di situ. Lulusan Poltekesos juga dapat mengambil bagian dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
“Sekolah Rakyat bukan sekadar membangun ruang kelas. Sekolah Rakyat adalah cara negara memutus mata rantai kemiskinan,” ujarnya.
Di Sekolah Rakyat, pekerja sosial dibutuhkan untuk melakukan asesmen, menjangkau keluarga, mendampingi anak, menangani persoalan psikososial, serta menghubungkan anak, keluarga, sekolah, dan layanan.
“Itulah pekerja sosial masa depan, bukan hanya mencatat masalah tetapi membantu mengubah jalan hidup manusia,” kata Gus Ipul.
Ia pun mengundang lulusan Poltekesos untuk bergabung menjadi bagian dari penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
“Saya undang para wisudawan untuk mengabdi di Sekolah Rakyat. Tentu melalui proses seleksi. Di sana dibutuhkan guru, wali asrama, wali asuh, dan tenaga kependidikan lain yang insya Allah lulusan Poltekesos sangat memenuhi syarat untuk menjadi bagian dari penyelenggaraan Sekolah Rakyat,” katanya.
Menurut Mensos Gus Ipul, kesempatan tersebut menjadi salah satu ruang bagi lulusan Poltekesos untuk mengamalkan ilmu sekaligus memperluas pengabdian kepada masyarakat.
“Jadilah kontributif karena ilmu harus menghadirkan manfaat. Jangan hanya menjadi pencari pekerjaan, jadilah pencipta perubahan. Jangan hanya mengejar masa depan saudara sendiri. Mari kita bantu orang lain menemukan masa depannya,” pungkasnya.
Usai sambutan Mensos, prosesi wisuda dilanjutkan dengan orasi ilmiah Guru Besar FISIP Universitas Nasional (UNAS) Prof. Dr. Aris Munandar, M.Si. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan para wisudawan oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.
“Bismillahirrahmanirrahim. Pada hari ini, Senin 28 September 2026, sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Saya kukuhkan saudara-saudara sebagai Magister Terapan Pekerjaan Sosial dan Sarjana Terapan Sosial Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung 2026,” kata Wamensos Agus Jabo.
Dalam prosesi tersebut, empat lulusan terbaik dari masing-masing program studi dilantik. Yakni Aryohaji Istyawan dari Program Studi Pekerjaan Sosial (Magister Terapan), Salma Fauzani dari Program Studi Pekerjaan Sosial, Pika Rosiawati dari Program Studi Perlindungan dan Pemberdayaan Sosial, serta Gina Rizqia Salsabila dari Program Studi Rehabilitasi Sosial.
Rangkaian wisuda kemudian dilanjutkan dengan penyerahan ijazah kepada seluruh wisudawan secara bergiliran oleh Ketua Senat sekaligus Direktur Poltekesos Bandung Suharma, pemindahan kuncir toga oleh Wamensos, serta pemberian ucapan selamat langsung dari Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico.
Acara tersebut turut dihadiri para pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama Kemensos, Staf Khusus dan Tenaga Ahli Menteri Sosial.
Hadir pula Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat Noneng Komara Nengsih mewakili Gubernur Jawa Barat, Staf Ahli Wali Kota Bandung Arief Syaifudin, Ketua DPP IKA STKS-Poltekesos Bandung sekaligus Sekda Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, Wakil Ketua DPP IKA STKS-Poltekesos Taufiqurokhman, Wakil Rektor I Institut Pemerintahan Dalam Negeri Rossy Lambelanova, Deputi Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Titi Eko Rahayu serta para dosen Poltekesos, wisudawan dan orang tua
