Gus Ipul Apresiasi Bupati Banyumas Warganya Aktif Jadi Agen Perlinsos

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mensos Gus Ipul apresiasi tingginya partisipasi warga Banyumas sebagai Agen Perlinsos dan dorong optimalisasi kuota PBI-JK dalam pertemuan dengan Bupati Banyumas di Jakarta, Senin (12/10/2026). Foto: Kemensos RI
zoom-in-whitePerbesar
Mensos Gus Ipul apresiasi tingginya partisipasi warga Banyumas sebagai Agen Perlinsos dan dorong optimalisasi kuota PBI-JK dalam pertemuan dengan Bupati Banyumas di Jakarta, Senin (12/10/2026). Foto: Kemensos RI

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengapresiasi partisipasi masyarakat Banyumas yang telah mendaftar sebagai Agen Perlinsos untuk membantu masyarakat mengakses program bantuan sosial sekaligus mengawasi penyalurannya.

Hingga saat ini, lebih dari 26 persen penduduk Kabupaten Banyumas telah mendaftar sebagai agen. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), anggota Polri, perangkat desa, ketua RT/RW, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), hingga masyarakat umum.

“Bagus itu, banyak agen yang aktif. Hebat berarti agennya,” ujar Gus Ipul saat menerima Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono bersama jajaran di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Senin (12/10/2026). Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.

Berdasarkan data Kementerian Sosial, Kecamatan Sumbang menjadi wilayah dengan jumlah Agen Perlinsos terbanyak di Kabupaten Banyumas.

Bupati Sadewo menjelaskan, tingginya partisipasi agen di Kecamatan Sumbang tidak terlepas dari kondisi wilayah yang memiliki jumlah penduduk cukup besar serta persoalan sosial yang perlu mendapat perhatian.

“Populasi di Sumbang itu banyak dan termasuk keluarga miskin. Banyak yang memiliki masalah sosial,” ucap Sadewo.

Ia menambahkan, keaktifan Agen Perlinsos di Kecamatan Sumbang merupakan bentuk keterlibatan warga dalam mendukung berbagai program pengentasan kemiskinan, salah satunya melalui Sekolah Rakyat yang telah dibangun di wilayah tersebut.

Dengan jumlah penduduk miskin dan miskin ekstrem yang cukup besar, para agen turut berperan menjaring calon siswa yang memenuhi kriteria untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Banyumas.

Dalam pertemuan ini Gus Ipul juga mendorong Pemerintah Kabupaten Banyumas mengoptimalkan pemanfaatan kuota Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) yang masih tersedia.

Saat ini, terdapat kuota lebih dari 6.000 jiwa yang dapat diusulkan untuk menerima PBI-JK. Gus Ipul mendorong pemerintah daerah segera memanfaatkan peluang tersebut agar semakin banyak masyarakat yang dapat memperoleh perlindungan jaminan kesehatan.

“Bulan depan ini, usulkan 6.000 tambahan,” kata Gus Ipul.

Mensos Gus Ipul apresiasi tingginya partisipasi warga Banyumas sebagai Agen Perlinsos dan dorong optimalisasi kuota PBI-JK dalam pertemuan dengan Bupati Banyumas di Jakarta, Senin (12/10/2026). Foto: Kemensos RI

Jumlah tersebut berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 yang menunjukkan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Banyumas sebanyak 194.867 jiwa. Sementara itu, data per September 2026 menunjukkan jumlah penerima PBI-JK di Kabupaten Banyumas mencapai 784.619 jiwa, dari potensi kuota yang dapat dimaksimalkan sebanyak 790.755 jiwa. Ini menunjukkan terdapat selisih kuota sebesar lebih dari 6.000.

Anjuran tersebut disambut baik oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono. Usulan penambahan sekitar 6.000 penerima dinilai mendekati kebutuhan yang sebelumnya diajukan pemerintah daerah, yakni sekitar 7.000 penerima.