Gus Ipul Beri Arahan ke Operator–Wali Asuh Sekolah Rakyat, Ingatkan 3 Hal Ini

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mensos Saifullah Yusuf dan Wamensos Agus Jabo Priyono membuka pelatihan bagi operator dan pelatihan pengasuhan bagi wali asuh Sekolah Rakyat di Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Profesi Margaguna, Jakarta, Senin (24/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mensos Saifullah Yusuf dan Wamensos Agus Jabo Priyono membuka pelatihan bagi operator dan pelatihan pengasuhan bagi wali asuh Sekolah Rakyat di Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Profesi Margaguna, Jakarta, Senin (24/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul membuka pelatihan bagi operator serta pelatihan pengasuhan bagi wali asuh dan wali asrama Sekolah Rakyat.

Ia menegaskan peran strategis seluruh unsur pendidikan di Sekolah Rakyat, terutama dalam membentuk karakter dan memastikan keberhasilan transformasi anak.

“Sekolah Rakyat hadir di tengah-tengah kita sebagai gagasan dari Bapak Presiden (Prabowo Subianto) untuk menjangkau mereka yang belum terjangkau, untuk memungkinkan yang tidak mungkin, dan yang terakhir adalah memuliakan wong cilik. Itulah tiga kunci dari Sekolah Rakyat,” ujar Gus Ipul di Pusdiklatbangprof Margaguna, Gandaria, Jakarta Selatan, Senin (24/11).

Pembukaan pelatihan bagi operator dan pelatihan pengasuhan bagi wali asuh Sekolah Rakyat di Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Profesi Margaguna, Jakarta, Senin (24/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Ia menjelaskan fungsi penting wali asuh, wali asrama, serta operator Dapodik. Menurutnya, sistem data pendidikan menjadi tulang punggung pengelolaan siswa secara real time.

“Dapodik itu data pokok pendidikan. Nah, nanti akan terhubung dengan sistemnya, Dapodiknya Kemendikdasmen, ya. Ini untuk bisa mengetahui secara real time apa yang terjadi pada siswa-siswa kita,” ucapnya.

Gus Ipul menekankan, wali asuh dan wali asrama memegang peran vital sebagai “orang tua negara”.

“Mengapa wali asrama dan wali asuh penting? Karena mereka adalah orang tua negara dalam arti yang paling konkret. Di tangan merekalah anak-anak ini akan merasa dicintai, dipeluk, dan dibimbing. Wali asuh dan wali asrama menjadi figur kunci dalam membentuk karakter anak,” tuturnya.

Pembukaan pelatihan bagi operator dan pelatihan pengasuhan bagi wali asuh Sekolah Rakyat di Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Profesi Margaguna, Jakarta, Senin (24/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Ia mengingatkan wali asuh dan wali asrama bukan sekadar pengawas, tetapi teladan bagi siswa.

“Mereka adalah pendengar yang sabar, penasihat yang bijak, pengawas yang tegas, dan teladan yang nyata. Jadi kalau ada wali asuh, wali asrama, nggak mau mendengar, nggak mau memberikan nasihat yang bijak, nggak mau mengawasi, yang menjadi teladan, itu ya walinya hilang,” kata Gus Ipul.

“Tinggal asrama dan asuh aja. Jadi lari itu namanya itu, wali. Kalau ini nggak ada, enggak dilaksanakan ya tinggal asramanya saja,” lanjutnya.

Ia juga menegaskan sistem asrama atau boarding school di Sekolah Rakyat tidak hanya soal fasilitas, tetapi juga ekosistem pendidikan.

“Tanpa wali asrama, wali asuh, sistem boarding hanya menjadi penginapan. Bukan ekosistem pendidikan. Walilah yang menghidupkan roh asrama. Yang memberi rasa rumah pada setiap kamar, merasa keluarga pada setiap aktivitas,” tegasnya.

Mensos Saifullah Yusuf dan Wamensos Agus Jabo Priyono membuka pelatihan bagi operator dan pelatihan pengasuhan bagi wali asuh Sekolah Rakyat di Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Profesi Margaguna, Jakarta, Senin (24/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Dalam kesempatan itu, ia menyebut operator Dapodik sebagai bagian penting dari reformasi pendidikan berbasis data.

“Operator Dapodik adalah garda terdepan digital revolusi pendidikan melalui Sekolah Rakyat. Teman-teman ini garda terdepan. Kata kunci mengerjakan sesuatu itu semua dari data,” ujar Gus Ipul.

“Data adalah tulang punggung dari semua pengambilan keputusan yang cerdas dan tepat sasaran. Siapa yang menguasai data, dia menguasai masa depan,” sambung dia.

Gus Ipul menegaskan pentingnya pemahaman nilai pendidikan di semua elemen sekolah. Tahun pertama ini disebut sebagai fase peletakan pondasi kuat di bidang mental, akademik, sosial, dan karakter.

Pembukaan pelatihan bagi operator dan pelatihan pengasuhan bagi wali asuh Sekolah Rakyat di Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Profesi Margaguna, Jakarta, Senin (24/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Ia mengingatkan seluruh pihak harus menjadi satu kesatuan dan tidak boleh ada diskriminasi.

“Jadi ini kita ingin siswa, kepala sekolah, guru, operator, wali asrama, wali asuh, tukang masak, tenaga keamanan, tenaga kebersihan itu adalah satu kesatuan yang tidak dipisahkan. Ini adalah satu kesatuan. Tidak boleh ada yang menganggap lebih rendah dan lebih tinggi dari yang lain,” katanya.

Gus Ipul juga menyampaikan bahwa tidak boleh ada kekerasan dalam ekosistem Sekolah Rakyat.

“Kita ingin siswanya dimuliakan, gurunya dimuliakan, tenaga operatornya dimuliakan, wali asrama, wali asuhnya dimuliakan. Tidak ada yang boleh bullying, perundungan, tidak ada yang boleh melakukan kekerasan fisik dan seksual, tidak ada yang boleh melakukan tindakan intoleransi,” tandasnya.