Gus Ipul Bicara Sosok Potensial Jadi Ketum PBNU: Nasaruddin Umar-Gus Yahya
·waktu baca 2 menit

Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, bicara soal sosok potensial menjadi Ketua Umum PBNU pada Muktamar bulan Agustus mendatang. Ia mengungkapkan ada beberapa nama yang bisa saja terpilih dalam muktamar mendatang.
Beberapa yang potensial menurut Gus Ipul adalah Menag, Nasaruddin Umar, dan Ketum PBNU saat ini, Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya.
“Ya salah satu yang berpotensi. Kalau bicara itu salah satu yang berpotensi karena Pak Nasaruddin Umar juga pernah jadi Katib Aam sebelumnya. Gus Yahya dulu juga pernah jadi Katib Aam sebelumnya,” kata Gus Ipul kepada wartawan, Jumat (8/5).
Ia juga menyinggung mantan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj yang menurutnya memiliki rekam jejak serupa.
“Kiai Said kalau enggak salah sebelumnya juga pernah jadi Katib Aam. Jadi semuanya sebenarnya punya potensi, punya potensi, tinggal berkenan apa tidak,” ujarnya.
Menurut Gus Ipul, NU tidak akan kekurangan kader untuk memimpin organisasi. Ada banyak pilihan calon pemimpin yang kompeten.
“Apalagi Nahdlatul Ulama ini besar, tidak akan kekurangan kader untuk menjadi ketua umum. Banyak sekali yang sudah saya kira siap untuk menjadi ketua umum dan memiliki kriteria yang cukup,” katanya.
Meski demikian, ia belum mau mengungkap nama-nama lain yang masuk dalam pembicaraan internal menjelang muktamar.
“Ya calon-calon belum ada secara khusus, tetapi ya semua diberi kesempatan, semua diberi kesempatan untuk bisa mencalonkan diri,” ucapnya.
Sementara terkait kemungkinan dirinya maju sebagai calon ketua umum PBNU, Gus Ipul kembali menegaskan tidak berniat.
“Saya sudah sampaikan berulang-ulang ya, saya merasa tidak mencukupi syarat untuk bisa jadi ketua umum,” ujarnya.
Gus Ipul juga memastikan tidak akan ada intervensi kekuasaan dalam pelaksanaan Muktamar PBNU mendatang. Ia mengatakan Presiden Prabowo Subianto memahami mekanisme organisasi NU dan diyakini akan menyerahkan sepenuhnya proses pemilihan pimpinan kepada forum muktamar.
“Jadi saya percaya Bapak Presiden akan menyerahkan sepenuhnya mekanisme pemilihan pimpinan Nahdlatul Ulama kepada Muktamar,” tutur dia.
Menurut Gus Ipul, saat ini seluruh persiapan menuju Muktamar PBNU masih terus berjalan. Ia menyebut Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang, sementara Muktamar direncanakan digelar pada Agustus 2026.
