Gus Ipul Konsultasi ke KPK soal Pengadaan: Tutup Seluruh Celah
·waktu baca 2 menit

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono melakukan audiensi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (8/5).
Gus Ipul mengatakan, audiensi itu membahas terkait pengadaan yang dilakukan di Kemensos, termasuk dalam penyelenggaraan program Sekolah Rakyat.
“Kami memberikan informasi tentang berbagai hal yang terkait dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Kementerian Sosial, khususnya dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat,” ujar Gus Ipul kepada wartawan, Jumat (8/5).
Gus Ipul mengaku meminta masukan terkait pengadaan barang dan jasa untuk Tahun Anggaran 2026. Turut dibahas juga evaluasi dari pengadaan yang dilakukan pada 2025 lalu.
Dari hasil audiensi tersebut, Gus Ipul mengaku mendapat banyak masukan. Ia memastikan, masukan itu akan digunakan untuk menutup celah potensi pelanggaran.
"Kami mendapatkan banyak masukan, banyak catatan, banyak hal-hal yang harus menjadi koreksi dan perbaikan bagi kami agar pencegahan itu bisa dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, menutup seluruh celah, dan akhirnya proses yang transparan, adil bisa terlaksana," ujar dia.
Di sisi lain, Gus Ipul menjelaskan, pertemuan itu salah satunya juga membahas pengadaan sepatu siswa Sekolah Rakyat seharga Rp 700 ribu. Menurut dia, angka tersebut muncul dari proses penyusunan pagu anggaran sebelum lelang dilakukan.
“Pada saat penganggaran ada mekanisme, ada melihat harga pasar, ada konsultasi ke ahli dan lain sebagainya dalam rangka untuk menentukan harga perencanaan atau namanya menentukan pagu,” ujar Gus Ipul.
Setelah itu, kata dia, panitia pengadaan akan menentukan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebelum masuk tahap lelang.
“Biasanya itu harganya lebih murah daripada harga perkiraan sendiri,” katanya.
Ia menambahkan penentuan HPS juga dilakukan melalui survei pasar, pengecekan e-katalog, e-commerce, hingga meminta pendapat ahli.
Gus Ipul juga menjelaskan pengadaan sepatu di Kemensos terdiri dari beberapa jenis, mulai dari sepatu untuk PDL siswa SMP dan SMA, sepatu harian, hingga sepatu olahraga.
“Ada yang untuk PDL itu untuk SMP, SMA, tapi juga untuk yang harian dan ada sepatu olahraga. Jadi ada beberapa jenis,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo mengapresiasi langkah Kemensos yang mulai terbuka melakukan koordinasi dengan KPK dalam rangka pencegahan korupsi.
“Kita mendukung program-program yang baik ini, namun di dalam pelaksanaannya diharapkan tidak ada suatu penyelewengan, tidak ada suatu penyimpangan,” ujar dia.
