Gus Ipul: Lulusan Sekolah Rakyat Akan Jadi Pekerja Terampil atau Kuliah

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) tegaskan komitmen hilirisasi lulusan Sekolah Rakyat agar langsung terserap sebagai pekerja terampil atau melanjutkan kuliah lewat beasiswa demi putus rantai kemiskinan, Selasa (8/9/2026). Foto: Kemensos RI
zoom-in-whitePerbesar
Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) tegaskan komitmen hilirisasi lulusan Sekolah Rakyat agar langsung terserap sebagai pekerja terampil atau melanjutkan kuliah lewat beasiswa demi putus rantai kemiskinan, Selasa (8/9/2026). Foto: Kemensos RI

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan pemerintah menyiapkan dua opsi bagi lulusan Sekolah Rakyat.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengah atas, mereka dapat memilih melanjutkan kuliah atau menjadi pekerja terampil. Dengan demikian, tujuan utama program Sekolah Rakyat untuk memutus mata rantai kemiskinan akan terwujud.

"Yang penting saya sampaikan adalah hilirisasi. Arahan Bapak Presiden cukup jelas, lulusan Sekolah Rakyat tidak boleh menganggur. Pilihannya hanya dua, menjadi pekerja terampil atau meneruskan kuliah," kata Gus Ipul.

Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan tanggapan dalam kegiatan Penyampaian Hasil Collective Action-Relaksasi RPL bagi Pejabat Manajerial Jenjang Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya Tahun 2026 secara online melalui Zoom di Kantor Kemensos, Jakarta pada Selasa (8/9/2026).

Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) tegaskan komitmen hilirisasi lulusan Sekolah Rakyat agar langsung terserap sebagai pekerja terampil atau melanjutkan kuliah lewat beasiswa demi putus rantai kemiskinan, Selasa (8/9/2026). Foto: Kemensos RI

Kegiatan yang digelar oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) dan bekerja sama dengan Kemensos ini mengangkat tema 'Orkestrasi Kebijakan Lintas Sektor dalam Pengentasan Kemiskinan' dan berfokus pada tiga sub tema, yaitu integrasi data, bansos adaptif, dan Sekolah Rakyat.

Gus Ipul melanjutkan, sebelum memasuki tahap hilirisasi, siswa Sekolah Rakyat terlebih dulu harus merampungkan pendidikannya. Mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Ketika para murid telah menyelesaikan jenjang SMA, mereka memiliki dua pilihan. Pertama, siswa yang ingin melanjutkan pendidikan dan memenuhi persyaratan dapat kuliah dengan dukungan beasiswa.

"Kalau kuliah dia harus belajar sungguh-sungguh, ya, kita pakai tes DNA talent ke mana dia sebaiknya kuliah. Setelah itu nanti ikut KIP, akan ikut biaya beasiswa dari pemerintah," ujarnya.

Kedua, yakni siswa yang memilih untuk langsung bekerja akan diarahkan mengikuti pelatihan keterampilan sesuai minat dan potensinya. Gus Ipul menyebut, Kemensos telah menjalin kerja sama dengan beberapa kementerian/lembaga, termasuk BUMN untuk melatih serta memperkuat keterampilan siswa.

"Sekaligus juga menampung lulusan-lulusan Sekolah Rakyat. Kita dorong mereka menjadi pekerja terampil luar negeri," jelasnya.

Oleh karena itu, Gus Ipul mengajak seluruh peserta kegiatan ini untuk berkolaborasi dalam mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Menurutnya, keberhasilan program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini bisa dicapai dengan cara mengesampingkan ego sektoral.

"Yang penting dalam eksekusi Sekolah Rakyat ini, kita menekankan betul pentingnya kebersamaan, kolaborasi. Ego sektoral harus dihilangkan," tegasnya.

Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) tegaskan komitmen hilirisasi lulusan Sekolah Rakyat agar langsung terserap sebagai pekerja terampil atau melanjutkan kuliah lewat beasiswa demi putus rantai kemiskinan, Selasa (8/9/2026). Foto: Kemensos RI

Sebagai informasi, Relaksasi RPL Jenjang JPT Madya diikuti oleh 28 Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dari 15 instansi pemerintah dalam rangka pemenuhan kompetensi manajerial Pimpinan Tinggi Madya. Peserta diwajibkan menyusun Collective Action sebagai wadah untuk mengintegrasikan perspektif dan pemikiran dalam merumuskan alternatif solusi atas permasalahan sesuai dengan tema pembelajaran. Hasil Collective Action diharapkan menjadi landasan bagi penguatan sinergi dan aksi bersama lintas sektor dalam pengentasan kemiskinan.