Gus Ipul Sebut Muktamar ke-35 NU Berjalan Tertib: Tak Ada Peserta Susupan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan

Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU berjalan tertib dan sesuai ketentuan. Dia juga memastikan tidak ada peserta susupan dalam forum tersebut.

Gus Ipul mengatakan ada dua indikator utama yang menjadi perhatian dalam penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU, yakni sukses penyelenggaraan dan sukses hasil-hasil muktamar.

"Menyangkut penyelenggaraan, alhamdulillah secara umum bisa berjalan dengan baik," kata Gus Ipul dalam konferensi pers di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (3/9).

Menurut dia, seluruh proses penyelenggaraan Muktamar dilakukan melalui rapat-rapat di tingkat PBNU. Proses tersebut mencakup penyusunan kepanitiaan, perencanaan, dukungan pembiayaan hingga penentuan tempat penyelenggaraan.

Gus Ipul menegaskan seluruh peserta mendapatkan kesempatan mengikuti prosesi muktamar dan menyampaikan pendapat. Dia juga menyebut seluruh agenda berlangsung sesuai jadwal.

"Seluruh prosesi muktamar bisa diikuti dengan baik, demokratis, tanpa ada yang ditinggal, diberi kesempatan semuanya untuk bisa menyampaikan pendapatnya, dan juga yang paling penting tepat waktu," ujarnya.

Gus Ipul kemudian menegaskan proses verifikasi peserta dilakukan secara bertahap, mulai dari penerbitan surat keputusan (SK), daftar peserta sementara hingga penetapan daftar peserta tetap.

"Tidak ada yang dilewati dalam penyelenggaraan muktamar kali ini. Tertib, sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ada. Pesertanya pun tidak ada susupan," tegas Gus Ipul.

"Pesertanya pun diproses secara bertahap, mulai dari penerbitan SK, daftar peserta sementara, dan seterusnya sampai ditentukan daftar peserta tetapnya," sambungnya.

Gus Ipul berharap tata kelola penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU dapat menjadi warisan yang bisa diterapkan dan dikembangkan dalam penyelenggaraan muktamar berikutnya.

"Ini yang pertama kali kita lakukan di dalam Muktamar Nahdlatul Ulama. Terima kasih Jawa Timur, terima kasih Jombang, terima kasih Tambakberas. Mudah-mudahan ini menjadi legacy, menjadi satu warisan yang baik untuk bisa dikembangkan pada muktamar-muktamar yang akan datang," pungkas Gus Ipul.

Adapun dalam muktamar tersebut, disepakati bahwa Rais Aam PBNU 2026-2031 akan dijabat oleh Miftachul Akhyar, sedangkan Ketumnya adalah KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin.