Gus Ipul soal Penjarahan: Pemerintah Tak Mungkin Biarkan Warga Kesulitan
ยทwaktu baca 2 menit

Menteri Sosial Saifullah Yusuf diminta tanggapan soal penjarahan yang dilakukan pengungsi banjir bandang dan longsor di Sibolga, Sumatera Utara.
Gus Ipul mengatakan, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto sudah memberikan penjelasan bahwa kejadian itu bukan penjarahan. Pemerintah pusat pun terus mengirim bantuan logistik.
"Kan sudah dijelaskan sama Kepala BNPB, bahwa itu bukan penjarahan. Memang dibagi-bagi masyarakat. Yang kedua, ya tentu mengirim bantuan itu ada kendala-kendala," kata Gus Ipul kepada wartawan di Jakarta, Selasa (2/12).
Ia membeberkan kendala yang terjadi di lapangan. Seperti banyak akses jalan yang tertutup sehingga distribusi logistik terhambat.
"Salah satunya kendala medan yang berat, yang tidak bisa ditempuh dengan mudah. Maka memerlukan bantuan dari udara, baik itu heli maupun pesawat. Kan sudah semua turun tangan itu," ucap Gus Ipul.
"Tapi ada medan yang memang cukup berat. Bahkan apa, ada penduduk yang memang terisolir. Ya ini juga sedang diusahakan. Sampai hari ini sedang diusahakan," beber dia.
Atensi Presiden Prabowo
Gus Ipul mengatakan, Presiden Prabowo Subianto juga sudah memberikan atensi kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Menko PMK Pratikno agar seluruh pengungsi di Aceh hingga Sumatera Barat mendapat bantuan.
Ia menegaskan, pemerintah tidak akan membiarkan warga semakin susah di masa sulit ini.
"Kan sudah disampaikan, sudah diatasi. Ya alhamdulillah lah, mudah-mudahan didoakan saja semua bisa dijangkau. Pemerintah bekerja keras semua lho ya, nggak mungkin kita itu membiarkan," kata Gus Ipul.
"Jadi semua turun tangan. BUMN-BUMN seperti PLN, Pertamina, juga turun tangan semua. Jadi bertindak cepat sesungguhnya secara bersama-sama. Ada kendala yang harus diatasi, ada tantangan yang serius. Bahkan itu ada Pak Wali Kota Sibolga itu ya, sampai dua hari beliau itu juga baru bisa keluar dari kepungan longsor," tutur dia.
