Gus Ipul Tekankan Pentingnya Penanggulangan Bencana Berbasis Sistem dan Data
·waktu baca 3 menit

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menghadiri Apel Peringatan HUT Taruna Siaga Bencana (Tagana) ke-22 di halaman kantor Kementerian Sosial, Kamis (23/4/2026). Apel tersebut diikuti seribu anggota Tagana dari seluruh provinsi di Indonesia.
Dalam arahannya, Gus Ipul menegaskan Tagana harus selalu ada di setiap bencana, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, kehadiran Tagana bukan sekadar slogan, melainkan bukti nyata bahwa negara tidak pernah absen untuk rakyat.
“Tagana bukan sekadar relawan. Tagana adalah garda terdepan negara dalam perlindungan sosial saat bencana. Saudara hadir paling cepat, bekerja paling keras, dan pulang paling akhir,” kata Gus Ipul.
Ia menjelaskan, peran strategis Tagana mencakup seluruh tahapan penanggulangan bencana, mulai prabencana, tanggap darurat, hingga pascabencana. Tagana, kata dia, bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa harapan bagi masyarakat terdampak bencana.
Kepada ribuan anggota Tagana, Gus Ipul menyampaikan enam arahan utama.
“Pertama, siaga tanpa kompromi. Saat bencana terjadi, Tagana harus menjadi yang pertama hadir, tidak boleh ada keterlambatan dan keraguan,” kata Gus Ipul.
Kedua, Gus Ipul mengajak seluruh personel Tagana untuk selalu bersikap profesional dan terlatih, dengan terus meningkatkan kapasitas evakuasi, logistik, dapur umum, serta dukungan psikososial.
“Latihan adalah kesiapan nyata di lapangan, karena di medan bencana yang kita hadapi bukan simulasi tetapi nyawa manusia,” jelas Gus Ipul.
Ketiga, Tagana diminta untuk solid dan terintegrasi melalui penguatan kolaborasi dengan TNI, Polri, BNPB, dinas sosial, dan seluruh pemangku kepentingan. “Ingat bencana harus ditanggulangi dengan gotong royong,” kata Gus Ipul.
Arahan Keempat, Gus Ipul berpesan bahwa penanggulangan bencana harus berbasis data dan sistem, agar respons bencana tidak hanya cepat tetapi juga tepat sasaran.
“Gunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memastikan bantuan tepat sasaran karena setiap bantuan yang salah sasaran ada hal orang lain yang tertunda,” kata dia.
Selanjutnya, Gus Ipul berpesan untuk selalu menjaga integritas tanpa kompromi.
“Tidak boleh ada penyalahgunaan bantuan karena bantuan bencana adalah amanah kemanusiaan tidak ada ruang kompromi dalam amanah kemanusiaan,” kata Gus Ipul.
Arahan keenam, Gus Ipul berpesan kepada Tagana untuk selalu bersikap humanis dan berempati. Menurutnya, korban bencana tidak hanya kehilangan rumah, tetapi juga rasa aman dan harapan, sehingga kehadiran Tagana harus memberi kehangatan sekaligus menguatkan moral.
Pada kesempatan itu, Gus Ipul juga menitipkan tugas khusus kepada Tagana untuk menyukseskan program Sekolah Rakyat gagasan Presiden Prabowo.
“Tagana harus turut serta menjaga Sekolah Rakyat. Kami berterima kasih kepada seluruh Tagana yang selama ini telah berperan sebagai sahabat Sekolah Rakyat. Saudara-saudara adalah relawan tetapi bekerja dengan dedikasi yang luar biasa,” kata Gus Ipul.
Ia juga menitip pesan kepada seluruh pemerintah daerah untuk terus mendukung Tagana.
“Saya menitipkan tiga hal, perhatikan Tagana di daerah, perkuat kapasitasnya dan dukung operasionalnya. Jangan biarkan mereka hadir tanpa dukungan, bekerja tanpa perlindungan. Kalau Tagana kita kuat maka masyarakat kita lebih tangguh,” pungkas Gus Ipul.
Hadir dalam apel tersebut, Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Agus Zainal Arifin serta jajaran pejabat tinggi Kemensos.
Apel Peringatan HUT Tagana ke-22 ditutup dengan penampilan simulasi vertical rescue yang memukau. Dalam atraksi tersebut, personel Tagana memperagakan evakuasi korban dari ketinggian di gedung utama Kemensos melalui teknik ladder rescue dan teknik zip line.
Simulasi ini menjadi gambaran nyata kesiapsiagaan, keterampilan, dan dedikasi Tagana dalam menghadapi situasi bencana. Tagana: 22 Tahun Mengabdi Satu Sinergi untuk Ketangguhan Negeri.
