Gus Salam Sebut Muktamar ke-35 NU Diwarnai Dugaan Kekerasan Panitia ke Peserta

Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam membeberkan adanya dugaan penganiayaan pada muktamirin, yang mencederai jalannya Muktamar ke-35 NU.
Aksi dugaan penganiayaan atau kekerasan itu menimpa seorang Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan dilakukan oleh panitia muktamar. Terduga pelaku juga merupakan pengurus PWNU Jatim.
Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Maarif ini mengatakan, korban diduga mengalami kekerasan setelah tidak mengikuti arahan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dari pengurus wilayahnya.
"Ada salah satu teman kami dari daerah yang mengalami kekerasan oleh PW-nya dan sudah dilaporkan ke Polres Jombang," kata Gus Salam dalam konferensi pers, Sabtu (29/8).
Ia menambahkan, korban mendatangi dirinya pada Jumat (28/8) malam dan membeberkan telah menjadi korban kekerasan.
Gus Salam menyebut, bentuk kekerasan yang dialami korban berupa pemukulan. Hingga saat ini, kata dia, ada satu orang yang diduga menjadi korban.
"Ini patut dikecam, ada kekerasan di tengah muktamar ini sangat memprihatinkan. Ini sebuah perlakuan yang tidak beradab menurut saya kepada para Kia dan peserta muktamar," ujarnya.
Menurut Gus Salam, peristiwa yang mencederai jalannya Muktamar ke-35 NU harus dituntaskan secara hukum. Ia juga menyayangkan dugaan kekerasan tersebut terjadi saat muktamar yang semestinya menjadi forum musyawarah dan konsolidasi organisasi.
Gus Salam juga menyoroti persoalan karantina terhadap sejumlah peserta muktamar. Menurut dia, kebijakan tersebut membatasi ruang gerak peserta yang tidak hanya datang untuk mengikuti agenda Muktamar NU, tetapi juga memiliki kepentingan untuk berziarah ke makam para muassis NU dan bersilaturahmi dengan keluarga.
"Adanya karantina itu sangat disayangkan, karena mereka tidak hanya ingin menghadiri muktamar tapi juga ziarah ke para muassis serta silaturahmi ke sanak keluarga. Tapi mereka tidak bisa ke mana-mana karena dikarantina," katanya.
Ia menilai karantina tersebut tidak sejalan dengan semangat penghormatan terhadap peserta muktamar. Terlebih, menurut Gus Salam, peserta yang dikarantina sebelumnya merupakan Rais Syuriah yang semestinya mendapatkan penghormatan.
"Ini merupakan tindakan yang tidak beradab. Apalagi yang dikarantina kemarin adalah Rais Syuriah yang seharusnya dihormati. Pelakunya adalah orang-orang yang termasuk dari bagian panitia. Korbannya pengurus PCNU," terangnya.
Polisi Telusuri
Sementara, Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Magribi Agung Saputra mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyelidiki informasi tersebut.
"Sebentar, saya cek," ujar Agung saat dikonfirmasi.
