Gus Sholah di Mata Tito: Sederhana, Terus Terang, dan Kritis

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mendagri Tito Karnavian tiba di kediaman almarhum Gus Sholah di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan (2/2).  Foto: Mirsan Simamora/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mendagri Tito Karnavian tiba di kediaman almarhum Gus Sholah di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan (2/2). Foto: Mirsan Simamora/kumparan

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Salahuddin Wahid (Gus Sholah) meninggal dunia di usia 77 tahun, Minggu (2/2). Kepergian Gus Sholah ini meninggalkan duka mendalam, termasuk bagi Mendagri Tito Karnavian.

Di mata Tito, Gus Sholah adalah orang yang jujur dan sangat kritis. Bahkan, Tito mengaku beberapa kali dikritik oleh Gus Sholah.

"Beliau adalah pribadi yang sederhana, terus terang, sangat baik hati, juga kritis. Saya juga kadang-kadang dikritik oleh beliau. Itu saya juga berterima kasih (sudah dikritik)," kata Tito di rumah duka, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Minggu (2/2) malam.

Gus Sholah. Foto: ANTARA FOTO/Syaiful Arif

"Contoh kritiknya, misalnya mengenai Polri dan lain-lain. Itu kira-kira. Saya juga banyak cerita soal NU, soal Tebuireng. Waktu saya jadi Kapolda Metro, saya juga sering minta saran pada beliau," imbuhnya.

Tito lalu mengenang pertemuannya dengan Gus Sholah di Tebuireng tahun lalu. Saat itu, Tito memang menyempatkan diri mengunjungi kediaman Gus Sholah saat sedang napak tilas kakeknya.

"Kebetulan, saat itu sedang napak tilas almarhum kakek saya, namanya Saleh Mualim. Itu kebetulan santri Tebuireng," ungkap Tito.

Sebulan kemudian, Tito mendapat kabar jika Gus Sholah dirawat di RS Harapan Kita Jakarta Barat. Kebetulan, adik kandung Tito merupakan direktur RS Harapan Kita, sehingga ia bisa mendapatkan informasi terdahulu.

"Saya yang dapat informasi langsung datang. Tapi saat itu kondisi beliau dalam keadaan cukup bagus," tutupnya.

kumparan post embed

Namun, di akhir Januari 2020, Gus Sholah kembali dirawat di RS Harapan Kita karena gangguan ritme jantung. Gus Sholah sempat menjalani operasi pemasangan kateter di katup jantung.

Saat itu, kondisi Gus Sholah sebenarnya sempat membaik. Namun, pada Jumat (31/1), kondisi Gus Sholah menurun hingga akhirnya meninggal dunia pada Minggu (2/2) malam.

Setelah dimandikan, jenazah Gus Sholah langsung dibawa ke rumah duka di Jalan Kapten Tendean Nomor 2, Jakarta Selatan, untuk disemayamkan. Jenazah Gus Sholah baru diterbangkan ke Jombang untuk dimakamkan, Senin (3/2).