Gus Yahya Berangkat ke Pesantren Lirboyo Besok, Temui Kiai Sepuh NU

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf memberikan pemaparan dalam acara Ngopi Bareng Gus Yahya dengan Sahabat Media di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (3/1/2025). Foto: Muhammad Ramdan/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf memberikan pemaparan dalam acara Ngopi Bareng Gus Yahya dengan Sahabat Media di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (3/1/2025). Foto: Muhammad Ramdan/ANTARA FOTO

Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya akan berangkat ke Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, pada Kamis (27/11) untuk menghadiri pertemuan dengan para kiai sepuh.

Langkah itu, kata dia, merupakan bagian dari upaya islah di tengah dinamika yang terjadi antara dirinya dan jajaran Syuriyah PBNU menyusul munculnya Surat Edaran pemberhentiannya yang dia anggap tidak sah.

“Soal islah, saya dipanggil untuk datang ke Lirboyo, insyaallah saya akan berangkat besok ya. Ada pikiran untuk mengadakan pertemuan dengan para kiai sepuh di Lirboyo,” kata Gus Yahya usai Rapat Koordinasi Persiapan Harlah ke-103 NU di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (26/11).

Gus Yahya mengatakan upaya islah juga dilakukan lewat pihak ketiga dari kalangan internal NU. Ia mencontohkan pertemuan dengan 50–60 kiai NU pada malam Senin (24/11), yang ia undang untuk menjelaskan situasi sebenarnya.

“Saya kira sekarang para kiai-kiai itu juga melakukan dengan cara masing-masing, komunikasi ke berbagai pihak untuk menjembatani,” ujarnya.

Ponpes Lirboyo, Kediri, Jatim. Foto: Dok Ponpes Lirboyo

Ia menyebut telah berupaya melakukan komunikasi langsung dengan Rais Aam, termasuk mengirim pesan pada Jumat sebelumnya untuk meminta waktu menghadap, namun hingga kini belum mendapatkan jawaban.

Gus Yahya menyatakan, “Saya akan terus mengetuk, tinggal jawaban dari beliau seperti apa, itu yang saya tunggu.”

Di kesempatan yang sama, Gus Yahya juga menyinggung kemungkinan adanya faktor eksternal yang ikut mendorong dinamika di tubuh NU. Ia menyebut NU sebagai “pendopo yang terbuka” sehingga mudah tersusupi pengaruh dari luar.

“NU ini kan kayak pendopo yang terbuka ya. Dindingnya dinding virtual, enggak ada dinding fisiknya, ndak ada. Sehingga memang gampang sekali eksternal itu masuk dengan pengaruhnya ke dalam NU,” katanya.

Warga memanjatkan doa saat kegiatan bertajuk Lirboyo Bersholawat di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (21/11/2022). Foto: Prasetia Fauzani/Antara Foto

Ia menyatakan tidak menutup kemungkinan ada pihak yang menginginkan NU pecah.

“Apakah mungkin ada pihak eksternal yang menginginkan NU pecah? Siapa yang menginginkan NU pecah ini? Apakah ada pihak eksternal yang menginginkan bangunan organisasi NU ini runtuh? Ini yang sedang kita lihat,” ujarnya.