Gus Yahya di Munas-Konbes NU: Kami Izin Membersamai Perjuangan Bapak Presiden

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketum PBNU Gus Yahya memberikan keterangan saat keluar dari lokasi Munas-Konbes PBNU 2026 di Ponpes Al-Falah Ploso, Kabupaten Kediri, Senin (22/6/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ketum PBNU Gus Yahya memberikan keterangan saat keluar dari lokasi Munas-Konbes PBNU 2026 di Ponpes Al-Falah Ploso, Kabupaten Kediri, Senin (22/6/2026). Foto: Dok. Istimewa

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya, meminta izin untuk membersamai Presiden Prabowo Subianto dalam memperjuangkan nasib bangsa.

Hal itu disampaikan Gus Yahya dalam acara Penutupan Munas dan Konbes NU 2026 di Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6). Prabowo hadir dalam acara itu.

"Kami mohon izin untuk membersamai Bapak Presiden dalam perjuangan demi bangsa dan negara ini. Kami mohon Bapak Presiden memimpin kami semua hingga sungguh terwujud jalan menuju Indonesia Gemilang, insyaallah," kata Gus Yahya.

Gus Yahya mengungkapkan, seluruh keluarga besar NU begitu mencintai negaranya. Seluruh anggota NU pun disebut siap untuk memajukan bangsa.

"Kami semua adalah rakyat yang setia kepada negara, rakyat yang siap berjuang, yang rela berkorban demi bangsa dan negara tercinta," ungkap Yahya.

"Rakyat yang tidak pernah kehilangan keyakinan dan optimisme akan Indonesia karena kami semua yakin bahwa dengan iman yang teguh, dengan khidmat yang istiqomah di dalam perjuangan fii sabilillah demi kemaslahatan agama, bangsa, dan negara, maka di hadapan tantangan apa pun, di hadapan ancaman apa pun," sambungnya.