Gus Yahya: NU Tak Bingung soal Visi dan Misi, Selaras dengan Asta Cita Prabowo
·waktu baca 2 menit

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengimbau seluruh pimpinan NU tidak perlu lagi mencari alternatif visi dan misi organisasi.
Dia mengatakan, visi dan misi NU sejalan dengan asta cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Salah satunya, mewujudkan kemaslahatan bangsa dan negara.
“Nah, Nahdlatul Ulama nggak perlu mencari-cari alternatif tentang visi, ya sudah ini visinya yang mau dibangun oleh pemerintah ini. Tentang bagaimana pemerintahan (Prabowo-Gibran) ini akan berupaya menghadirkan kemaslahatan untuk masyarakat, bangsa dan negara,” tutur Gus Yahya dalam sambutannya di Acara Sarasehan Ulama, Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Senin (4/2).
Gus Yahya menceritakan, sejak awal NU didirikan untuk mengabdi kepada masyarakat dengan memberikan pelayanan keumatan. Sehingga posisi dalam pemerintah adalah berkontribusi mewujudkan delapan asta cita yang ingin dicapai.
“Karena Nahdlatul Ulama ketika didirikan itu dengan janji untuk berkhidmat kepada agama dan kepada masyarakat-masyarakat negara,” katanya.
“Dan posisi Nahdlatul Ulama adalah menyediakan diri untuk berkontribusi dalam upaya menjadikan visi ini (delapan asta cita) sungguh-sungguh mencapai hasil yang diinginkan,” imbuhnya.
Berikut delapan asta cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka:
Memperkokoh ideologi pancasila, demokrasi, dan Hak Asasi Manusia (HAM).
Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.
Meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pengembangan infrastruktur.
Memperkuat pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda dan penyandang disabilitas.
Melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah dalam negeri.
Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba.
Memperkuat penyelarasan kehidupan, yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya serta peningkatan toleransi antarumat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur.
